24 Okt 2019

Mengenal Topeng Banjet dari Kabupaten Karawang

Sejarah Topeng Banjet Topeng Banjet sudah ada sejak kira-kira pada tahun 1900an di daerah Kabupaten Karawang Jawa Barat dan mengalami perkembangan di tahun 1996, akan tetapi pada masa itu namanya masih “topeng” saja. Lama kelamaan kesenian ini menambahkan nama pimpinannya atau ronggengnya yang terkenal, sebagai nama tambahan untuk mempopulerkan sanggar

0
23 Okt 2019

Taman Mini Menari, Salah Satu Upaya Menjaga Eksistensi Tarian Indonesia

INFOBUDAYA.NET – Ratusan penari dengan balutan kostum tradisional daerah memenuhi area Plaza Tugu Api Pancasila TMII pada Minggu (20/10/19) sore. Para penari tersebut mengikuti kegiatan Taman Mini Menari. Taman Mini Menari sendiri merupakan salah satu program yang rutin diadakan pada minggu ke-3 di setiap bulannya oleh pengelola Taman Mini Indonesia

0
22 Okt 2019

Prosesi Munikni Ulu Rintah, Aceh Tengah

Adat Munikni Ulu Rintah atau biasa disebut Munikni Reje merupakan tradisi leluhur masyarakat suku Gayo dalam acara penobatan raja atau kepala pemerintahan dan baru pertama kali dilaksanakan di Aceh Tengah. Pada prosesi adat ini akan dilakukan penyematan bawar untuk reje (sejenis belati), penyerahan tikon amanah (tongkat amanah) dan kecalen amanah

0
20 Okt 2019

Pengukuhan Raja Negeri Wakasihu di Maluku Tengah

Para tua-tua adat berkumpul di rumah tua ketika matahari terbenam sehari sebelum tanggal pengukuhan raja. Rumah tua merupakan rumah yang pertama kali ditempati oleh nenek moyang mereka. Mereka melakukan ritual-ritual adat hingga tengah malam untuk menuju ke tempat yang sakral yaitu negeri lama, pintu masuk negeri, dan sebagainya. Kedatangan mereka

0
Rasa Tersembunyi di Balik Kopi
06 Sep 2019

Petani Kopi Kintamani: Rasa Tersembunyi di Balik Kopi

Kopi kintamani yang kita nikmati sehari-hari memiliki rasa asam segar frutty (buah-buahan) yang unik. Rasa kopi yang tidak terlalu pahit dan memiliki ukuran body medium. Selain itu, kopi kintamani tidak meninggalkan aftertaste di mulut. Rasa kopi kintamani yang dirasakan oleh lidah kita saat ini, ternyata ada nilai tersendiri bagi petani

1
Mengulik Kopi Perdamaian dari Timur Indonesia
05 Sep 2019

Mengulik Kopi Perdamaian dari Timur Indonesia

Flores, Nusa Tenggara Timur tidak lagi hanya mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik mendatangkan wisatawan. Kopi kini menjadi objek yang membuat orang banyak berkunjung ke Flores, tepatnya di Bajawa. Wisatawan mencari dan ingin menikmati langsung bagaimana rasa dari kopi arabika ini. Ya, kopi flores bajawa adalah sasarannya. Bajawa terdapat di

0
04 Sep 2019

Merawat Kopi Ala Petani Gayo

Kopi menjadi sebuah identitas dalam diri masyarakat Gayo. Banyak orang yang mengenal suku Gayo karena ciri khas kopinya. Bagi masyarakat Gayo, kopi adalah minuman kebanggaannya. Masyarakat Gayo memiliki makna tersendiri dalam memperlakukan kopi. Mereka telah memahami bahwa kopi adalah warisan kearifan lokal dari nenek moyangnya. Mereka percaya, kopi adalah makhluk

0
20 Mei 2019

Menyambut Bulan Ramadan dan Malam Lailatur Qadr dengan Kemeriahan Lampion Warna Warni

Tradisi budaya Tanglong adalah sebuah tradisi budaya dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan malam Lailatul Qadr. Dalam masyarakat Kabupaten Balangan, Tanglong dikenal sebagai sebuah ornamen atau replika atau miniatur atau lebih mirip dengan lampion, dengan berbagai bentuk dan model yang dikemas dalam nuansa Islami. Seperti dalam bentuk miniatur masjid, onta,

0
14 Mei 2019

Prosesi Adat Kansoda’a, Kebanggaan Seorang Perempuan Wakatobi

Kansoda’a, merupakan prosesi adat masyarakat Wakatobi yang digelar saat perhelatan Wakatobi Wonderful Festival and Expo 2017 atau Wakatobi WAVE 2017 yang berlangsung pada 11 hingga 13 November 2017 di Pelabuban Panggulubelo, Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Satu kali dalam seumur hidup, setiap perempuan masyarakat Wakatobi akan melalui prosesi Kansoda’a

0
13 Mei 2019

Bentuk Pertahanan Diri dalam Tari Kancet Papatai

Indonesia memiliki beragam tradisi di setiap daerahnya. Salah satu jenis tradisi yang ada biasanya adalah tari-tarian. Pada masyarakat Kalimantan Timur, khususnya suku Dayak Kenyah juga memiliki tradisi tari-tarian. Tari-tarian ini dinamakan Kancet Papatai. Tarian ini bertemakan tari perang, di mana berkisah tentang pahlawan suku Dayak Kenyah dalam menghadapi musuh-musuhnya. Kancet

0