#DanauToba#KodeNusantaraBlog

Suku Batak juga punya Topeng, loh!

Dengan luas lebih dari 2 juta mil persegi dan membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat beragam. Di provinsi Sumatera Utara terdapat sebuah danau yang terkenal, yaitu Danau Toba. Danau ini memiliki sebuah pulau kecil di tengahnya yang dinamakan Pulau Samosir. 

Sumatera Utara dikenal juga sebagai tempat bermukimnya Suku Batak. Biasanya Suku Batak diidentikkan dengan Danau Toba dan Pulau Samosir. Namun ternyata Suku Batak sendiri terdiri atas Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak/Dairi, Simalungun, dan Toba. Kekentalan nuansa budaya yang sudah mengakar di suku ini membuat masyarakatnya tidak pernah meninggalkan upacara adat tradisionalnya yang biasanya diiringi dengan tarian topeng. Salah satunya adalah upacara penguburan masyarakat yang meninggal. Di setiap daerah di Suku Batak, Topeng Batak memiliki sebutan yang berbeda. Gundala-gundala adalah sebutan orang Batak karo, sedangkan orang Pakpak Dairi menyebutnya dengan Mengkuda–kuda. Terdapat juga Topeng Tapanuli dan Topeng Simalungun.

Topeng Simalungun. (Sumber Perpustakaan Digital Budaya Indonesia)

Zaman dahulu kala, di daerah Simalungun, terdapat sebuah Tarian Topeng Tor-tor Taping-taping yang menggambarkan wujud laki laki dan perempuan menuju alam baka. Inilah yang diduga menjadi awal mula Topeng Batak dibuat. Di daerah lain, yaitu Tapanuli, cerita rakyat dan pengembangan tokoh topeng juga mulai berkembang. Diawali dari kisah seorang Raja dan Permaisuri yang kehilangan seorang putera yang amat dicintainya. Putera Raja tersebut meninggal pada usia remaja, Permaisuri sangat sedih hingga penduduk kota berinisiatif untuk menghiburnya dengan membuat patung kayu yang diberi hiasan sedemikian rupa hingga membentuk sosok seorang remaja. Patung itu diibaratkan sang anak telah hidup kembali, tetapi dalam keadaan yang sangat lemah, hingga masyarakat menyebutnya dengan Sigale–gale. Di daerah Pakpak Dairi, Topeng Batak kurang begitu berkembang, biasanya topeng-topeng tersebut digunakan saat menjalani ritual ritual magis. Kesenian tradisional Topeng Karo digunakan untuk upacara Tolak Bala, penaburan benih dan juga penyambutan para tamu agung.

Boneka Sigale-Gale (Sumber Instagram @hutabonapasogit)

Pada zaman modern seperti sekarang ini, kerajinan Topeng Batak telah berkembang pesat sebagai salah satu seni teater yang ditunggu-tunggu banyak orang. Saat festival Danau Toba, biasanya masyarakat akan dimanjakan dengan warna warni Topeng Batak, juga pertunjukan mistis Sigale-gale dan beberapa pertunjukan atraktif lainnya. Untuk para penggemar kesenian tradisional batak seperti ukiran kayu, patung, topeng khas batak, kini tersedia di berbagai market place


Referensi:

PDBI – Boneka Sigale-gale

PDBI – Topeng Batak

Artikel Sebelumnya

Mengenang Bencana Melalui Kacang Sihobuk

Artikel Selanjutnya

Ungkap Rasa Syukur, Masyarakat Simalungun Gelar Pesta Adat

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.