#DanauToba#KodeNusantaraBlog

Ungkap Rasa Syukur, Masyarakat Simalungun Gelar Pesta Adat

Pesta Rondang Bittang (PRB) merupakan pesta adat setelah musim panen untuk mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen raya. Pesta Rondang Bittang secara harafiah berarti Pesta Terang Bintang, pesta yang biasanya dilakukan pada saat musim panen di beberapa daerah di kawasan Danau Toba seperti Simalungun, Samosir, Silalahi, Paropo, Tongging dan beberapa daerah sekitarnya. 

Sesuai pengertian harafiahnya, pada awalnya Pesta Rondang Bittang ini dilakukan pada malam hari di saat bintang banyak dan menerangi kegelapan. Sebab, pada masa lalu, memiliki keterbatasan penerangan sehingga momentum ini digunakan untuk berkumpul sesama anggota masyarakat. Sebagai tradisi masyarakat, khususnya kaum muda, acara ini memiliki kesan tersendiri, karena sering dimanfaatkan sebagai ajang mencari jodoh dengan memadukan musik, tarian, dan komunikasi antar peserta.

Di dalam acara ini banyak bentuk-bentuk kesenian Simalungun yang ditampilkan, seperti Tor-tor Sombah yang disebut dengan tarian agung atau tarian klasik yang biasa dipersembahkan untuk menyambut orang-orang yang dihormati dan jumlah penarinya 6 orang, Huda-huda atau Toping-toping (tarian Simalungun yang memakai topeng dan paruh burung enggang) diiringi Gual Huda-Huga dengan jumlah penarinya ada 3 orang, Taur-taur (Duet tradisional Simalungun) menggambarkan cinta yang berkomunikasi melalui lagu.

Pesta Rondang Bittang oleh pemerintah dijadikan sebagai agenda wisata yang diawali pada tahun 1981 dan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kecamatan Purba yang kemudian berlanjut hingga sekarang ini. Menyusul Kabupaten Simalungun yang menjadikannya sebagai agenda wisata dan dilaksanakan tiap tahun sekali secara bergantian di kecamatan-kecamatan yang ada di Simalungun bertujuan untuk mengenal potensi wisata yang ada di daerah kecamatan-kecamatan Simalungun.

Dalam pesta rakyat seperti Rondang Bittang, toleransi antar umat beragama sangat dijunjung tinggi. Pesta Rondang Bittang diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya-budaya tersebut kepada seluruh masyarakat demi melestarikannya agar hasil tidak hilang seiring dengan perkembangan zaman, Pesta Rondang Bittang ini tidak terlepas dari unsur tradisi yang dibawa oleh leluhur etnis Batak Simalungun di masa lampau, tepatnya sekitar ratusan yang lalu, pesta ini sebenarnya telah dilaksanakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Pesta Rondang Bittang ini digelar dengan menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya khas Batak Simalungun seperti tarian dan makanan khas, bahkan juga menampilkan festival tradisional Batak Simalungun yang diikuti oleh seluruh wilayah yang terdapat di Kabupaten Simalungun. Dalam acara tersebut tidak ada perbedaan agama, semua pemeluk agama berbudayakan Simalungun dapat ikut di dalamnya dan memeriahkan acara tersebut. 


Referensi:

PDBI – Pesta Rondang Bittang

Perdamaian dalam Keberagaman Agama di Desa Pamatang Sidamanik

Penelusuran Lokal Kearifan Lokal: Pesta Rondang Bittang

Artikel Sebelumnya

Suku Batak juga punya Topeng, loh!

Artikel Selanjutnya

Bulu Parhalaan, Sistem Penanggalan Masyarakat Batak Toba dengan Media Bambu

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.