#KodeNusantaraBlogEvent

Mengenal Topeng Banjet dari Kabupaten Karawang

Sejarah Topeng Banjet

Topeng Banjet sudah ada sejak kira-kira pada tahun 1900an di daerah Kabupaten Karawang Jawa Barat dan mengalami perkembangan di tahun 1996, akan tetapi pada masa itu namanya masih “topeng” saja. Lama kelamaan kesenian ini menambahkan nama pimpinannya atau ronggengnya yang terkenal, sebagai nama tambahan untuk mempopulerkan sanggar mereka.

Sama halnya dengan kesenian lain, kesenian tersebut merupakan kesenian yang terus diturunkan dari generasi ke generasi dan akan mengalami pergantian nama sesuai siapa pemiliknya, contohnya: Topeng Banjet Asmun diturunkan ke anaknya Pendul, maka akan berganti nama menjadi Topeng Banjet Pendul, dan begitu seterusnya.

Untuk kata “Banjet” sendiri menurut tokoh-tokoh penggelut seni ini ialah karena di daerah-daerah tersebut (Karawang) pada masa lalu banyak pengamen-pengamen atau kelompok topeng Jawa yang berkeliling. Maka dari itu para tokoh sepakat untuk menambahkan kata “Banjet” dengan alasan untuk membedakan ksenian Topeng Banjet dengan kesenian lainnya dan menambahkan ciri khas tersendiri.

Jadi, apakah Topeng Banjet itu masih eksis di era millennial ini? Seni pertunjukan yang serumpun dengan Ronggeng Betawi ini dapat dimasukkan juga ke dalam bentuk teater tradisional. Lebih khusus lagi, kesenian Topeng Banjet dapat didefinisikan sebagai seni pertunjukan rakyat yang diawali lawakan atau pelawak (bodor) dengan Topeng Banjet kemudian diteruskan dengan pertunjukan seni drama tradisional.

Penyebaran kesenian Topeng Banjet sampai ke daerah Subang, Purwakarta, dan daerah Priangan. Di tempat-tempat tersebut, Topeng Banjet menyesuaikan dengan selera masyarakat terutama dalam gaya dan bahasanya yang merupakan tanda kekhususan (khas) bagi kesenian tersebut. Sebagaimana Topeng Banjet Karawang, Ronggengnya bergaya Ronggeng Karawang, bernyanyi kawih Sunda dan keseluruhan lelakon memakai Bahasa Sunda. Hal ini berbeda dengan daerah Bekasi, yang mana keseluruhan pementasannya memakai Bahasa Bekasi (dialek Bahasa Jakarta).

Pertunjukan Kesenian Topeng Banjet di TMII

Fungsi Kesenian Topeng Banjet

Banyak fungsi yang terkandung di dalam kesenian yang sudah ada pada abad ke-20 tersebut. Seperti pada zaman dahulu, Topeng Banjet sendiri berfungsi sebagai pelengkap upacara adat yang diselengarakan oleh warga. Seiringnya perkembangan zaman, kesenian ini mengalami sedikit pengalihan fungsi seperti digunakan dalam acara-acara hiburan, hari nasional, hajatan, penyambutan tamu, dan sebagainya. Hakikatnya kesenian ini berisi tentang pesan-pesan moral dan bertema heroik atau pahlawan.


Data Terkait:

PDBI – Topeng Banjet

Previous post

Taman Mini Menari, Salah Satu Upaya Menjaga Eksistensi Tarian Indonesia

Next post

Ajang Pelestarian Seni Jawa Barat di TMII

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.