BeritaBlogRisalah Ilmiah

Kalender Sunda, Bukti Tingginya Kebudayaan Masyarakat Tradisi Nusantara

Selama ini kita mengetahui berbagai sistem kalender suku-suku di berbagai belahan dunia. Kalender Romawi menjadi standar kalender internasional, dan kalender Inca sempat membuat heboh dunia karena tafsiran penelitinya yang meramalkan 2012 sebagai tahun dunia kiamat. Tapi ternyata tak perlu melihat jauh untuk mencari sistem penanggalan yang menarik. Di Nusantara banyak suku yang punya cara penanggalan yang menyesuaikan dengan filosofi masyarakatnya, salah satunya adalah Kalender Sunda.

Pabaru Sunda

Di akhir bulan kemerdekaan ini, masyarakat Sunda rupanya juga berganti kalender. Ramailah Pabaru Sunda! Apakah Pabaru Sunda itu? Pabaru Sunda adalah kegiatan untuk memulai awal tahun dalam urutan perhitungan Kalender Sunda, yaitu salah satu sistem kalender yang terdapat di Nusantara. Pabaru Sunda menjadi sangat penting karena berbeda dengan kalender masehi standar, penentuannya menggunakan berbagai perhitungan dan pengamanatan astronomis yang menunjukkan tingginya peradaban sunda kuno dahulu.

waktu tebar dan tandur penanggalan kalender Sunda

Kita ingin selalu secara akurat menghitung masa edar benda2 langit, yang menjadi acuan dari penetapan wayah, wanci, dan waktu, dalam penanggalan yang kita gunakan. Dalam proses itu, maka pemahaman atas peran daur musim kepada proses alami yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita pun, bisa ditelusuri.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan agar upaya ini bisa memberi dampak bergulir dan manfaat berkelanjutan kepada cara kita mengambil keputusan dalam setiap tindakan kita ke depan, agar tetap harmoni dengan alam. Kalender Caka Sunda merupakan sistem tata kelola waktu yang berusaha memadukan filosofi Sunda yang harmoni dengan alam sekitarnya.

Masyarakat Sunda memaknai kalender (penanggalan) secara filosofis sebagai siklus perjalanan hidup. Makna “KALENDER”, yaitu Sakakala, Cakakala, Pranatamangsa, tangara waktu, penanggalan (wayah, wanci, waktu). Makna “SUNDA”, yaitu prahajian Sunda yang tersebut dalam prasasti Sri Jayabuphati, Cibadak, Sukabumi. Sistem tanggal Kalender Caka Sunda bertitik tolak dari prasasti ini.

Hal ini merujuk pada penelitian Ali Sastramidjaja alm., seperti yang dituliskannya di dalam buku “Kalangider Lima Kala”, yang merupakan himpunan dari penelitian dan penelusurannya sejak tahun 1983 hingga 1991, aturan-aturan penyusunnya yang telah lama tidak dikenali, akhirnya ditemukan kembali. Ali Sastramidjaja mendasarkan penelitiannya pada Prasasti Sanghyang Tapak, di Cibadak, Sukabumi. Prasasti ini menunjukkan bahwa peradaban pada masa tersebut telah menggunakan sistem administrasi yang tercatat dengan baik. Prasasti ini tertanggal pada masa Prabu Sri Jayabupati, raja Sunda.

Prasasti ini menarik perhatian karena menyebutkan dengan lengkap sebuah penanda waktu, dimana terdapat informasi yang lebih dari sekedar tahun saja. Dalam prasasti ini juga disebutkan kata Sunda. Dengan bahan-bahan semacam inilah penelitian yang lebih dalam mengenai sistem penanggalan Sunda dimulai oleh Ali Sastramidjaja dan kini dikoordinasikan pula oleh Miranda H. Wihardja.

Masyarakat generasi kita, sungguh berterima kasih atas penggalian kalender yang dirintis oleh Ali Sastramidjaja dan kini diteruskan penggalian dan pengembangannya. Penggalian kalender sunda dan perayaan atas Pabaru Caka Sunda ini merupakan langkah yang penting dalam penggalian begitu banyak sistem tata waktu dan kalender dari berbagai wilayah di Nusantara. Diskusi dan pembelajaran inilah yang pada akhirnya memberi kita generasi modern kesempatan untuk mengingat kembali akan adanya sebuah warisan yang menunjukkan bahwa di wilayah Nusantara kita pernah mencapai masa peradaban yang tinggi.

 

Dalam masa yang cukup panjang, pengetahuan mengenai sistem penanggalan Sunda hanya ada dalam bentuk warisan tak benda, sebuah warisan pengetahuan yang terekam dalam ingatan beberapa orang dalam komunitas adat atau Kasepuhan. Kita bisa menemukan bahwa sistem ini masih digunakan di banyak tempat, menjadi bukti bahwa pengetahuan lama ini jejaknya tersebar di banyak lokasi tak hanya di Tatar Sunda namun juga di Nusantara, bahkan sistem penanggalan ini ternyata sudah lama dipakai sejak dahulu kala.

 

Kalender Sunda


Sumber: Presentasi Tim Kalender Sunda – Bestdaya

Sunda

Jawa Barat

Kalender

Artikel Sebelumnya

Ritual Tiwah, Disaat Suku Dayak Menghargai Kematian

Artikel Selanjutnya

Ritual – Ritual Unik Mensyukuri Hasil Panen di Indonesia

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.