#KodeNusantaraBerita

Rahasia Kecantikan Para Putri Keraton

Sejak zaman dahulu, perempuan-perempuan kalangan atas yang memiliki darah biru (Bangsawan) telah dipercaya memiliki kecantikan yang tiada tandingannya. Cantik, harum, kulit halus dan bersih, merupakan beberapa ciri-ciri yang sering digunakan untuk menggambarkan kecantikan para putri di kerajaan-kerajaan Indonesia zaman dulu. Apa rahasia para putri-putri zaman kerajaan itu untuk merawat kulit mereka?

Beberapa ahli telah mengungkap bahwa perempuan bangsawan zaman dulu menggunakan ramuan alami yang telah dipercaya ratusan tahun untuk kesehatan dan kecantikan. Tercatat setidaknya ada tiga ribu resep jamu yang mengandalkan rempah dan bahan herbal untuk produk kesehatan serta kecantikan para putri keraton tersebut. Jamu sudah dipercaya untuk menjaga kesehatan kulit sejak periode kerajaan Hindu-Jawa. Prasasati Madhawapura dari zaman Majapahit sudah menuliskan adanya profesi peracik jamu untuk keluarga kerajaan, yang disebut Acaraki. Cara pembuatan jamu juga ditemukan pada relief dinding candi Hindu dan Buddha, seperti pada Candi Borobudur, Prambanan, Penataran, dan Sukuh. Beberapa alat yang digunakan dalam proses peracikan jamu dan produk kecantikan lainnya sejak jaman kerajaan antara lain: lumpang, pipisan, dan ulesan.

Proses Pembuatan Jamu Kecantikan

 

Beberapa produk perawatan untuk kecantikan yang dikenal ampuh untuk menjaga kecantikan bagi para putri keraton antara lain: jamu, lulur (boreh), bedak dingin, tapel, pilis.

Kandungan bahan-bahan alami dipercaya sejak dulu sangat berkhasiat untuk menjaga kecantikan. Salah satunya mangir digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk, supaya kulit baru terlihat dan cantik, sekaligus untuk memutihkan dan mencerahkan. Biasanya digunakan sebagai lulur oleh para putri keraton. Pembuatan lulur alami ini sangat mudah, dimana mangir yang berasal dari temu giring dan kunyit yang ditumbuk atau digiling, dibuat pasta, lalu dioleskan di atas kulit dan digosok untuk membantu angkat sel kulit mati. Beberapa bahan lain yang juga sering digunakan sebagai lulur para putri adalah bubuk kopi, alpukat, bengkoang, wortel, teh hijau, dan bahan alami lainnya. Sementara itu bedak dingin yang sering dipakai para putri keraton, biasanya terbuat dari padi, gandum, dan tumbuhan lainnya. Bedak dingin biasanya digunakan untuk membantu membuat kulit merasa lebih nyaman, melindungi kulit dari efek sinar matahari, serta melindungi wajah agar terlihat awet muda. Tapel biasanya digunakan untuk wanita setelah melahirkan untuk membantu kulit perut kembali kencang, segar, dan sehat. Lalu ada Pilis yan terbuat dari temu kunci, daun sirih, dan lemon. Atau dapat dibuat juga dari campuran daun kencur dan daun belimbing wuluh yang sudah dihaluskan, lalu dilarutkan dalam air dalam bentuk pasta, kemudian dioleskan pada dahi. Fungsinya adalah untuk mengobati pusing, membantu menghilangkan kerut pada dahi, serta menjernihkan pandangan.

 

 

 

Sumber: detik.com


Lebih jauh tentang:

Jamu

Previous post

Indahnya Bulan Di Malam Festival Kue Bulan

Next post

Ciri Khas Masakan 3 Daerah Pulau Jawa

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.