#KodeNusantaraBeritaBlogPiknik

Kisah Cinta dan Fakta di Balik Candi Prambanan yang Harus Kamu Tahu

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Terselip kisah cinta dan fakta di balik candi tersebut.

 

Kisah Cinta Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang

Roro Jonggrang adalah putri Raja Prambanan yang memiliki wajah yang cantik jelita, Raden Bandung Bondowoso jatuh cinta kepada sang putri dan ingin meminangnya. Namun sang putri tidak ingin diperistri oleh lelaki yang telah membunuh ayahandanya. Ia tidak berani untuk menolaknya secara terang-terangan, secara halus ia mengajukan syarat, Raden Bandung Bondowoso diminta untuk membangun 1000 candi dalam waktu satu malam.  Kemudian Bondowoso mengerahkan teman-temannya, para jin, untuk membantunya membangun candi. Roro Jonggrang berbuat curang ketika tahu Raden Bandung hampir menyelesaikan tugasnya. Raden bandung yang marah lalu mengutuk gadis itu menjadi arca. Kisah ini menunjukkan betapa besarnya pengorbanan sang Bandung Bondowoso membangun 1000 candi untuk mendapatkan cinta dari Roro Jonggrang akan tetapi dihadapkan dengan kenyataan yang pahit.

 

Fakta Candi Prambanan

Candi Prambanan terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Yogyakarta, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo, sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Sebagian dari kawasan wisata yang  terletak pada ketinggian 154 m di atas permukaan laut, termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman, sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten.

Candi ini dibangun pada abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut berdasarkan pada prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Denah asli Kompleks Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam).

Di dalam ruangan setiap candi terdapat arca yang berbeda-beda. Ruang Syiwa dengan ketiga ruang di sisi lain. Ruang utara, barat, dan selatan memiliki pintu sendiri-sendiri yang terletak tepat di depan tangga naik ke teras atas. Dalam ruang utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini, yaitu Durga sebagai dewi kematian, yang menggambarkan permaisuri Raja Balitung. Arca ini disebut juga Arca Roro Jonggrang karena arca ini diyakini sebagai penjelmaan Roro Jonggrang.

 

Sumber: Perpustakaan Nasional RI

 

Previous post

Festival Budaya Indonesia Menarik Perhatian Turis Asing

Next post

Tari Nusantara Manakah yang Sesuai Kisah Cintamu? Romantis atau Pilu?

1 Comment

  1. […] infobudaya.net […]

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.