#DanauToba#KodeNusantaraBlog

Mengenal Filosofi Dalihan Na Tolu, Struktur Hidup Menarik Orang Batak

Orang Batak memiliki filosofi hidup yang terinspirasi dari tungku yang terdiri atas 3 batu.  Setiap Orang Batak memiliki marga atau asal-usul. Di setiap puak Batak, filosofi hidup Dalihan Na Tolu ini disebut dengan variasi kata yang berbeda, namun memiliki arti yang sama.

Ada 3 sebutan yang paling umum dijumpai, yang pertama “Somba Marhula-hula”, yaitu menghormati saudara dari pihak dan semarga dengan istri. Kemudian ada juga “Manat Mardongan Tubu” yang artinya kewajiban dalam menjaga persaudaraan dengan mereka yang se-marga. Serta yang terakhir adalah “Elek Marboru”, atau yang mewajibkan seseorang mengasihi saudara yang semarga dengan suami.

Nah, ketiga aturan ini selalu muncul atau dilakukan dalam setiap acara adat Batak. Terlebih saat peristiwa pernikahan dan kematian, Dalihan Na Tolu diterapkan hingga sampai jenjang generasi yang lebih tinggi dari mempelai. Bagi orang Batak, prosesi ini merupakan hal yang biasa. Namun, peristiwa ini akan menjadi sangat menarik bagi kita yang belum mengenal Budaya Batak.

Filosofi ini mempunyai tujuan yang kuat. Aturan ini lahir sebagai bentuk keinginan untuk tetap menjaga sekaligus menghidupi tata mikro-sosial individu dalam interaksinya dengan orang Batak lainnya. Ketika orang Batak semakin banyak, relasi antar tiap orang tentunya akan semakin kompleks. Hal yang menarik adalah bahwa menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Bandung Fe Institute, pola topologi yang dihasilkan dari Dalihan Na Tolu ini mirip dengan pola pada struktur protein.

Hal yang menarik ketika filosofi yang tampak sangat sederhana di skala mikro, namun begitu kompleks pada tataran makro. Padahal tak ada yang mengajari orang Batak tentang struktur protein, agar supaya suku bangsa Batak bisa tetap bertahan dan berkembang. Filosofi Dalihan Na Tolu ini hingga sekarang masih menjadi pegangan hidup yang kuat masyarakat Batak di mana pun ia berada.


Referensi:

PDBI – Dalihan Na Tolu

Artikel Sebelumnya

Decak Kagum Pada Motif Gorga

Artikel Selanjutnya

Dolung-dolung, Makanan “Tekad Bulat” Khas Parapat

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.