08 Jan 2019

Ritual Hamis Batar

Ritual Hamis Batar merupakan sebuah ritual adat yang dilakukan untuk menyambut musim panen jagung yang berasal dari Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hamis batar dilaksanakan oleh masyarakat Belu sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta atas panen yang mereka peroleh. Dengan dipimpin oleh tetua adat, masyarakat

0
07 Jan 2019

Ampo: Camilan Unik dari Tanah Liat khas Pulau Jawa. Tertarik Mencoba?

Pulau Jawa terkenal akan berbagai macam ciri khas. Selain kebudayaan dan adat istiadat yang masih cukup kental, masyarakat di Pulau Jawa sendiri juga memiliki keunikan masing-masing. Salah satu dari keunikan masyarakat di Pulau Jawa adalah mereka suka mengonsumsi tanah liat. Kok tanah liat bisa dimakan? Yap! tanah liat kali ini

Sonia Sanny 0
07 Jan 2019

Ikan Opudi, Ikan Endemik Sulawesi Selatan

Indonesia adalah negara yang kaya akan hewan dan tumbuhan endemik. Contohnya seperti jalak bali (Bali) dan bekantan (Kalimantan). Namun, tak banyak yang pernah mendengar tentang ikan Opudi, hewan endemik asal Sulawesi Selatan. Opudi (Telmatherina Celebensis) adalah hewan yang banyak ditemui di Lima Danau yang terletak di pertengahan Sulawesi, yakni Danau

0
29 Des 2018

Ndave, Lumpur Manis Penyembuh Diare Orang Marind

Melimpahnya sumber daya alam di Indonesia tidak hanya menyoal bahan tambang maupun cekungan-cekungan migas yang tersebar di seluruh Indonesia, tetapi juga menyimpan manfaat lain salah satunya sebagai pengobatan tradisional. Misalnya, yang dilakukan oleh Orang Marind di Merauke, Papua. Lumpur manis dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan diare. Pengobatan tradisional ini

0
22 Des 2018

Ibu Suki Pelestari Kue Bajingan Khas Pacitan

Indonesia dikenal memiliki berbagai macam makanan khas yang unik, salah satunya adalah kue bajingan. Kue Bajingan ialah kue berbahan dasar singkong dan nira kelapa. Ternyata kue bajingan ini masih eksis loh di Pacitan. Ibu suki, warga desa Gawang, kecamatan Kebonagung, Pacitan. Ia merupakan salah seorang yang masih bertahan dengan usaha

denian 0
22 Des 2018

Kerupuk Melarat, Camilan Unik Buatan Ibu-Ibu dari Kota Udang

Kerupuk. Siapa yang tidak suka kerupuk? Mulai sebagai camilan hingga pendamping nasi hangat, sebagian besar dari kita tidak akan lupa si kering renyah yang satu ini. Kerupuk udang, kerupuk ikan, dan kerupuk aci tentulah sudah sangat familiar bagi kita semua. Terdapat satu jenis kerupuk yang sudah sangat legendaris dari Kota

0
20 Des 2018

Cara Unik “Ngopi” di Banyuwangi

Kopi merupakan minuman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Walaupun rasanya pahit, para penikmat kopi dapat menemukan kenikmatan tersendiri ketika meminum minuman yang biasanya berwarna hitam ini. Biasanya kopi dinikmati ketika pagi hari atau ketika sedang hujan, karena sangat nikmat jika dinikmati ketika masih hangat. Hal tersebut telah menjadi tradisi

0
19 Des 2018

Pendidikan Karakter dari Tradisi Makan di Minangkabau

INFOBUDAYA.NET – Keragaman kuliner yang ada di Indonesia tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Saat ini sudah terkumpul kurang lebih 30.000 data kuliner tradisional di situs Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Selain keragaman kulinernya, ternyata ada juga tradisi makan bersama yang acap kali dijadikan untuk menjalin keeratan hubungan masyarakat. Tradisi makan bersama

Sonia Sanny 0
30 Nov 2018

Perkaya Pengalamanmu Tentang Rendang di Festival Ini

Sudah hampir pasti, kita semua pernah mendengar kata rendang. Ketika mendengarnya, maka sontak nafsu makan pun mencuat, sambil mengingat rasanya yang kelewat nikmat. Tapi, tak banyak yang tahu, bahwa rendang sebenarnya bukanlah nama dari sebuah makanan. Rendang adalah sebuah proses mengolah makanan. Ya, rendang adalah cara masyarakat Minangkabau, di Provinsi

0
30 Apr 2018

Mendalami Filosofi Hidup dari Kuliner Tradisi Masyarakat Jawa

Sebentar lagi Hari Pendidikan Nasional akan tiba. Sebuah hari peringatan kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Semboyan tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberi dorongan dan arahan) juga berasal dari Bapak Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara dalam menjalankan gerakan

Wulan 0