Berita

Tradisi Mapag Tamba Desa Kiajaran Wetan

Kepala Desa Kiajaran Wetan berserta jajarannya berjalan memutari batas desa sejauh 2 kilo?

Ya, Desa Kiajaran Wetan (Timur), Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat melaksanakan tradisi Mapag Tamba. Jalan kaki memutari batas desa diawali dari kantor desa pada hari Rabu, 23 Maret 2016 pukul 8 sampai dengan pukul 11 WIB. Jarak terasa dekat karena melalui permukaan, kalau jalan di pembatas sawah terasa sejauh 5 kilo lebih. Biasanya Mapag Tamba dimulai saat musim tanam padi.

Mapag Tamba berguna untuk mengusir penyakit. Diharapkan warga dan sawah mereka dijauhkan dari penyakit. Dari kantor desa, berangkat berjalan kaki memutari batas desa sembari membawa tanah dan air. Tanah dan air diambil dari Desa Lemahtamba, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, disebarkan ke setiap batas desa. Sebelum mulai berjalan kumpul bersama beberapa perwakilan warga yang membawa tumpeng. Yang berjalan hanya petugas desa saja, warga tidak ikut. Peserta yang mengelilingi desa dibagi dua kelompok untuk menghemat waktu, menuju pojok selatan dan utara batas desa.

Syarat ikut Mapag Tamba selama perjalanan tak boleh menengok ke belakang dan membisu. Kalau ada petani yang sedang bekerja di sawah, mereka akan berhenti sejenak saat dilewati, setelah itu mereka lanjutkan kembali aktivitasnya. Alasannya adalah saat rombongan Mapag Tamba melintasi sawah berarti sedang mengobati sawah petani tersebut.

Tradisi ini secara turun-temurun dari dulu hingga sekarang masih dilaksanakan. Saat ini susah dihilangkan namun seterusnya tergantung generasi muda yang akan menjaga kelestariannya atau tidak. Selain Mapag Tamba, tradisi adat di sini yang masih bertahan ada Mapag Sri, Sedekah Bumi, dan Munjungan. Selama ini belum ada pihak ulama yang melarang adanya tradisi Mapag Tamba.

 

Sumber: PatroliNews


 

Lebih jauh tentang:

Previous post

Surabaya Adakan Belajar Membatik Untuk Guru

Next post

Upaya Gali Potensi Budaya Suku Sakai

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.