Berita

Upaya Gali Potensi Budaya Suku Sakai

Amat disayangkan budaya Sakai semakin jarang dipamerkan dalam setiap acara. Padahal ada keunikan yang mestinya ditonjolkan Suku Sakai sebagai bentuk keragaman warna suku di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Bengkalis. Sakai memiliki budaya tradisi pakaian yang terbuat dari kulit atau pelepah pohon. Jika hal ini dipertontonkan pasti akan memberi kesan unik tersendiri. Begitu pula dengan tarian khusus yang mereka miliki.

Bupati Bengkalis menerima kunjungan silaturahim dari sejumlah tokoh masyarakat Sakai dari Kecamatan Mandau dan Pinggir pada hari Selasa, 23 Maret 2016. Tokoh Sakai tersebut menyerahkan cenderamata pada orang nomor satu di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan itu, terdapat miniatur luka (bubu), ago (tempat penampungan hasil tangkapan ikan), tangguk, dan manggalo (makanan khas Sakai). Bupati Bengkalis mengharapkan para orangtua Sakai mewariskan sejarah yang benar pada generasi muda, seperti sejarah persukuan hingga tradisi-tradisi yang biasa dilakukan dalam persukuan, misalnya petang-megang menjelang ramadhan yang saat ini hanya dilakukan beberapa kota/kabupaten saja.

Petang-megang atau bersuci diri merupakan satu budaya Sakai yang masih bertahan. Banyak kebudayaan Sakai lainnya yang belum dilestarikan. Bupati akan meminta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait untuk menggali berbagai kebudayaan yang dimiliki Suku Sakai. Kemudian tentunya memperkenalkan pada masyarakat sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Bengkalis.

 

Sumber: RiauPos


Lebih jauh tentang:

 

Artikel Sebelumnya

Tradisi Mapag Tamba Desa Kiajaran Wetan

Artikel Selanjutnya

Riau Inisiasi Pembentukan Dinas Kebudayaan

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.