#DanauToba#KodeNusantaraBlog

Budaya Menarik di Danau Toba

Sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia, Danau Toba menyajikan beragam pengalaman berwisata yang menakjubkan. Selain karena keindahan pemandangan yang disuguhkan, Danau Toba memiliki beragam faktor yang dapat menarik pengunjung lokal maupun mancanegara. Salah satunya adalah dengan kebudayaan masyarakat yang bermukim di sekitar Danau Toba.

Danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini dikelilingi oleh tujuh kabupaten, yaitu Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi. Ketujuh kabupaten tersebut menyimpan berbagai macam eksotisme budaya masing-masing.

Nah, Sobat Budaya wajib tau beberapa budaya menarik di kawasan Danau Toba.

  • Budaya Tenun Ulos

Salah satu budaya yang masih melekat pada masyarakat suku Batak di sekitar kawasan Danau Toba adalah budaya menenun kain ulos. Kain ulos sendiri bukan sekadar kain tenun. Ulos merupakan simbol adat yang mengandung kesakralan bagi masyarakat suku Batak. Beragam motif, jenis, sampai cara pemakaiannya memiliki makna dan filosofi tersendiri, karena dalam sehelai kain ulos terkandung nilai sejarah, budaya, kepercayaan, dan estetika.

  • Tugu Toga Marbun

Tugu yang terletak di Desa Bakkara, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ini menjadi satu dari sekian destinasi kebudayaan yang banyak dikunjungi. Tugu ini merupakan simbol sejarah dari salah satu marga suku Batak. Dahulu, Marbun adalah nama kepala keluarga dengan tiga anak-anaknya, Lumban Batu, Banjarnahor, dan Lumban Gaol. Untuk mengenang ayah dan ketiga anaknya tersebut, dibuatlah sebuah tugu dengan tiga bangunan lain di belakangnya yang diberi nama seperti masing-masing Lumban Batu, Banjarnahor, dan Lumban Gaol.

  • Upacara Mangalahat Horbo

Sebagian mata pencaharian masyarakat di sekitar Danau Toba adalah bertani. Sebelum terjun ke sawah, masyarakat menggelar sebuah upacara untuk kesuburan tanah, perkembangbiakan hean ternak, serta untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikenal juga sebagai sinur na pinahan, gabe naniula, dan horas jolma. Di beberapa tempat, upacara ini juga digelar sebagai bentuk rasa syukur. Upacara dilakukan dengan mengarak kerbau untuk mengelilingi sebuah kayu borotan sebanyak tujuh kali. Kemudian, untuk memastikan hewan tersebut mati, kerbau ditombak beberapa kali dan dijerat menggunakan tali.

Tak hanya ketiga contoh budaya di atas, masih banyak budaya lainnya yang ada di sekitar Danau Toba. Kita perlu mengenal budaya-budaya tersebut, sehingga tetap lestari dan dapat menarik minat wisatawan lokal serta mancanegara.


Referensi:

PDBI – Tenun Ulos

PDBI – Upacara Mangalahat Horbo

Artikel Sebelumnya

Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan di Kota Semarang

Artikel Selanjutnya

Napak Tilas Pengorbanan R.A Kartini Dari Kamar Pengabdian R.A Kartini

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.