#KodeNusantaraBeritaEvent

Ratusan Anak Se-Jabodetabek Pentas Reyog Ponorogo

Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar parade seni Reyog Ponorogo anak se-Jabodetabek menjelang penghujung tahun 2019. Perhelatan parade Reyog dilaksanakan atas kerja sama Anjungan Jawa Timur TMII dengan Paguyuban Reyog Ponorogo Se-Jabodetabek. Semakin menarik, sebab peserta yang tampil membawakan pagelaran Reyog Ponorogo adalah anak-anak.

Anak-anak sebagai generasi muda dapat menjadi bibit unggul dalam melestarikan Reyog Ponorogo sehingga tidak kehilangan pamornya. Pagelaran ini juga menjadi semangat anak-anak dalam melestarikan budaya yang adiluhung agar warisan nenek moyang ini tetap dikenal dan dilestarikan terus di bumi pertiwi.

Selain itu, parade Reyog Ponorogo anak menjadi media sekaligus proses regenerasi pemain Reyog Ponorogo khususnya di Jabodetabek. Proses regenerasi menjadi penekanan utama dalam pagelaran siang hari itu, sebab anak muda sekarang sulit untuk diajak berkesenian khususnya Reyog Ponorogo akibat paham negatif yang beredar di masyarakat.  Parade Reyog Ponorogo anak se-Jabodetabek dibuka oleh Ketua Anjungan Jawa Timur, yaitu bapak Samad Widodo dengan memukul gong sebagai simbol secara resmi mulai acaranya.

Perhelatan yang digelar pada Minggu (15/12) ini diikuti oleh tujuh koordinator wilayah se-Jabodetabek. Pertama adalah grup Reyog Singo Joyodiningrat koordinator wilayah Bekasi. Grup Reyog yang dipimpin oleh Bapak Joko Suwito ini sekaligus menjadi peserta penampil pertama dalam gelaran parade Reyog Ponorogo anak.

Kedua, yaitu grup Reyog dari koordinator wilayah Jakarta Selatan pimpinan Bapak Marmin. Ketiga ada grup Reyog Simo Waseso dari koordinator perwakilan Bogor yang dipimpin oleh Bapak Heru Susanto. Keempat, yakni grup Reyog Singo Wijoyo dari koordinator perwakilan Jakarta Timur pimpinan Bapak Santoso.

Kelima grup Reyog dari koordinator perwakilan Jakarta Utara, yaitu Singo Budoyo Mudo pimpinan Bapak Muhammad Yasunu. Keenam grup Reyog Singo Ludro dari koordinator perwakilan Tangerang yang dipimpin oleh Bapak Subyo. Dan ketujuh grup Reyog dari koordinator Jakarta Timur, yaitu Singo Mudo Joyo pimpinan Bapak Karyadi.

Pertunjukkan Reyog Ponorogo menampilkan beberapa peran dalam satu pertunjukkan, yaitu Warok sejumlah 6 – 8 orang, Jathil sejumlah 6 – 8 orang, Bujang Ganong sejumlah 1 – 3 orang, Klono Sewandono sejumlah satu orang dan Barongan sejumlah 1 – 3 orang. Selain itu, terdapat juga para pemain alat musik seperti gamelan, terompet, angklung, kendang, dan lain-lain. Serta para penyanyi sebagai pengisi suara latar belakang pertunjukkan.

Sebagai bentuk apresiai, pihak penyelenggara melalui dewan juri memberikan penghargaan kepada peserta parade Reyog Ponorogo Anak. Penghargaan dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu kategori penata iringan unggulan dan terbaik, penata tari unggulan dan terbaik, penyaji binaan unggulan dan terbaik.

Selain itu juga terdapat penghargaan khusus yang diberikan oleh manajemen TMII, yaitu kelompok Tari Warok terbaik, kelompok Tari Jathil terbaik, kelompok Tari Bujang Ganong terbaik, penari Klono Sewandono terbaik dan Pembarong terbaik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas penampilan sekaligus dedikasi dalam melestarikan Reyog Ponorogo di wilayah Jabodetabek.


Data Terkait:

PDBI – Reyog Ponorogo

Previous post

Bahan-Bahan Makanan Tradisional Pengganti Beras

Next post

Menelisik Kepercayaan Lokal Marapu

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.