#KodeNusantara#NusaKulinerBlog

Sate Kere: Berawal untuk Kalangan Bawah, menjadi Semua Kalangan

Hai sobat! Di jaman yang sudah berevolusi ini, beragam hal sudah semakin maju dan inovatif. Dari segi kuliner, kebudayaan, gaya hidup, dan lainnya. Berbicara mengenai kuliner, siapa sih yang tidak mengenal sate? Iya, makanan yang ditusuk dan dibakar + disiram dengan bumbu kacang atau kecap itu, lho. Masyarakat pada umumnya hanya tau Sate Ayam, Kambing, dan Daging, tetapi apa kalian tahu Sate Kere? Ingin tahu tentang apasih sate kere itu? Yuk kita simak penjelasannya!

Kota Solo merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota yang terkenal akan kebudayaannya, tradisinya, kulinernya, dan segala hal indah lainnya. Salah satu kuliner yang terkenal di Kota Solo adalah Sate Kere. Sate Kere merupakan kuliner khas dari kota Solo yang terbuat dari tempe gembus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas tahu. Selain tempe gembus, Sate Kere ini juga dilengkapi dengan jeroan sapi seperti usus dan paru serta disajikan dengan bumbu kacang. Mengapa disebut dengan Sate Kere? Istilah kere apabila diartikan ke bahasa Indonesia berarti gelandangan, miskin, orang susah dan sebagainya yang sejenis seperti itu.

Pada jaman dahulu, masyarakat yang dapat memakan sate hanyalah kaum bangsawan. Mereka yang berstatus masyarakat kalangan bawah hanya bisa memandang saja. Keterbatasan ekonomi membuat masyarakat kalangan bawah ini harus memutar otak bagaimana caranya agar dapat merasakan sensasi makan sate, hingga akhirnya mereka menemukan ide untuk menggunakan ampas sisa pembuatan tempe yang direndam dalam bumbu bacem kemudian dibakar di atas bara api dan disiram bumbu kacang. Karena rasanya lumayan enak, maka tercetuslah nama sate ini menjadi Sate Kere sebagai perwujudan perlawanan dari kalangan bawah kepada kalangan bangsawan.

Semakin berjalannya waktu, Sate Kere yang tadinya hanya berisikan tempe gembus, kemudian ditambahkan dengan jeroan sapi agar rasanya semakin nikmat. Di masa sekarang ini, Sate Kere sudah bukan lagi makanan kelas bawah tetapi menjadi makanan semua kalangan. Sate Kere tadinya dijual dengan cara keliling dari gang ke gang, tetapi sekarang sudah memiliki tempat. Untuk kalian nih yang lagi berkunjung ke kota Solo, wajib untuk mencoba kuliner yang satu ini! Sate Kere dapat dijumpai di beberapa tempat di Solo, seperti Sate Jeroan Yu Rebi di Jl. Kebangkitan Nasional No. 1-2, Penumping, Laweyan, Solo dan juga dapat dijumpai di sebuah warung di kawasan Ngarsopuro dan depan toko swalayan Sami Luwes.


Sumber:

Okezone

soloevent.id

bobo.id

solopos

Info Lanjut:

PDBI – Sate Kere

Previous post

Brotowali, Si Pahit yang Kaya Manfaat

Next post

Budaya Sindangbarang dalam Upacara Seren Taun

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.