#KodeNusantaraBlog

Mengenal Mbah Karyo: Pengrajin Gerabah Tertua di Desa Kasongan

Sudah bukan hal umum lagi bahwa Indonesia merupakan negara yang terkenal akan kekayaan alamnya. Di tangan masyarakat yang kreatif dan inovatif, kekayaan alam yang ada di Indonesia mampu dibuatkan suatu karya seni yang akan mengharumkan nama bangsanya. Salah satu kekayaan alam yang ada di Indonesia adalah tanah liat. Tanah liat pada umumnya dibuat karya seni gerabah. Siapa yang tidak tahu gerabah? Gerabah merupakan perkakas yang dibentuk dan dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang mampu membantu kehidupan manusia ataupun karya seni cantik yang cocok untuk dijadikan hiasan rumah. Di Indonesia sendiri, banyak sekali daerah penghasil gerabah dan salah satu daerah yang terkenal akan gerabahnya berada di Desa Kasongan, Jogjakarta.

Gerabah Kasongan memang sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda. Lalu siapa sih sosok di balik eksisnya gerabah kasongan tersebut? Beliau bernama Karyo, dan lebih dikenal sebagai ‘Mbah Karyo’ karena umurnya yang sudah hampir satu abad yakni 95 tahun! Kakek kelahiran 1918 ini mulai menekuni pembuatan gerabah sejak kecil dan mewarisi profesi kedua orang tuanya. Mbah Karyo terkenal sebagai pengrajin kerajinan gerabah tertua di Desa Kasongan.

Di balik sebuah kesuksesan, pasti terdapat jalan panjang berisi suka duka yang harus dilalui. Hal tersebut pun juga dirasakan oleh Mbah Karyo. Beliau harus rela berjalan berkilo-kilo meter demi menjual gerabah buatannya, melewati hutan belantara yang menyebabkan kakinya dipenuhi lintah, bahkan sampai menginap di rumah warga yang tidak dikenalnya. Beruntungnya pada zaman dahulu, kepedulian warga masih sangat tinggi sehingga Mbah Karyo tidak perlu khawatir dalam menjual gerabahnya.

Kini berkat Mbah Karyo, kampungnya menjadi terkenal sebagai pusat kerajinan gerabah. Beliau sangat senang karena masih diberikan kesehatan sehingga mampu untuk tetap menjaga profesi warisan dari orang tuanya, dan anak cucunya juga berminat untuk ikut serta dalam melestarikan kerajinan gerabah. Saat ini hasil kerajinan gerabah milik Mbah Karyo sudah tembus ke pasar internasional dan diekspor ke berbagai negara seperti Australia, Singapura bahkan Amerika Serikat.

Siapapun yang mau berusaha serta terus tabah dan berdoa, pasti akan diberikan hasil yang baik nantinya dan sebagai contohnya adalah Mbah Karyo ini. Kesulitan yang beliau hadapi tidak membuat tekadnya goyah apalagi menyerah. Beliau terus tabah dalam menjual gerabah buatannya, dan sekarang bisa dilihat bukan kesuksesannya? Hasil yang didapat sebanding dengan kesulitan yang dialaminya. Jadi Sobat, tidak ada lagi alasan untuk tidak bekerja dan bermalas-malasan ya. Mbah Karyo aja bisa, masa kalian tidak?


Sumber:

Brilio.net

wajahindonesia.id

Info Lanjut:

PDBI – DI Jogjakarta

PDBI – Gerabah Kasongan

PDBI – Gerabah Jogja

Previous post

Mengenal Budaya Indonesia: Wayang Kulit

Next post

Brotowali, Si Pahit yang Kaya Manfaat

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.