Berita

Gondangku Sayang, Budayaku Malang

infobudaya.net – Gondang sebagai warisan budaya Batak yang diapresiasi oleh masyarakat dunia tampaknya dilupakan oleh warganya sendiri. Sebagai alat musik tradisional yang berasal dari Sumatera Utara kini mulai tergilas oleh budaya populer. Hiruk pikuk budaya modern tersebut jadi pemicu anak muda enggan mewarisi alat musik khas Batak ini lagi.

Hingga kini, musik klasik khas Batak yang didominasi oleh kecapi dan seruling ini kebanyakan dimainkan oleh para generasi tua. Seperti dilansir Kompas (2/6), Wilson Siregar (47), penduduk asli Desa Huta Nagodang yang berada di tepi selatan Danau Toba, bercerita, tahun 1960-1980, sejumlah orangtua memainkan gondang. Anak-anak lalu menari sambil diajari pantun bahasa Batak. Namun sekarang anak muda disana lebih suka menggandrungi budaya asing: musik populer, hingga pecinta Korean Pop.

Kenyataan tersebut patut disayangkan. Sebab selain keindahan alam, daerah di sekitar Toba juga memiliki ragam potensi kebudayaan yang bisa mempromosikan identitas budaya Indonesia. Tradisi leluhur yang memiliki nilai historis sekaligus filosofi kehidupan Batak ini semestinya dilestarikan dan disayang.

Sumber :

Kompas


Lebih jauh tentang:

Artikel Sebelumnya

Dominasi Asing pada Kerajinan Wayang Golek

Artikel Selanjutnya

Songket Jantung Palembang Seharga 75 Juta

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.