#KodeNusantaraBlog

Mengenal Sato, Alat Musik Tradisional dari Labu Hutan

Keberagaman Indonesia tidak perlu diragukan lagi, salah satunya terlihat dari keberagaman alat musik di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga terkenal kreatif dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya, salah satunya dengan memanfaatkan labu hutan sebagai alat musik.

Alat musik tersebut bernama Sato, tentu tidak setenar alat musik lainnya sehingga membuat banyak orang penasaran jika mendengar namanya. Kekhasan alat musik gesek Sato ini hanya bisa ditemukan di Kabupaten Ende, tepatnya di Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Keunikan dari Sato adalah alat musik ini terbuat dari bila atau labu hutan. Dulu Sato dimainkan sendirian untuk mengusir kesepian di tengah kebun atau di rumah. Sato juga biasa dimainkan bersamaan selama ritual adat.

Penggunaan Sato yang sempat menghilang, perlahan bangkit kembali dengan menampilkan permainannya pada berbagai pentas di tingkat kabupaten. Sato dibuat tidak menggunakan sembarang labu, tetapi labu hutan yang banyak dijumpai di hutan sekitar Waturaka. Labu hutan ini pun sering digunakan untuk wadah penyimpan air ataupun sirih pinang. Biasanya dipakai labu yang sudah tua, dibelah dan dibuang isinya lalu dikeringkan sampai benar-benar kering dan berwarna kecokelatan, baru dapat dipergunakan.

Kesulitan mencari buah labu untuk membuat alat musik saat ini, kadang menyebabkan Sato juga sering dibuat dari buah Maja atau batok kelapa berbentuk bulat dan berukuran besar. Namun demikian, Sato berbahan labu hutan lah yang tebaik, karena memiliki bunyi yang khas.

Sato pada dasarnya merupakan alat musik gesek sama seperti biola. Teknik memainkannya pun hampir sama. Dahulu, dawai Sato dibuat dari serat daun lidah buaya yang dikeringkan lalu dijalin dengan getah kenari. Saat ini, senarnya menggunakan senar gitar nomor 4. Alat geseknya berbentuk busur kecil dengan tali dari bahan ijuk.


Sumber:

Info Lanjut:

PDBI – Sato Alat Musik Tradisional dari Labu Hutan

Previous post

Bentuk Syukur para Nelayan di Cilacap

Next post

Upacara Pesta Ponan, Tradisi Masyarakat Desa Poto

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.