#KodeNusantara#NusaKulinerBlog

Upacara Pesta Ponan, Tradisi Masyarakat Desa Poto

Indonesia terkenal dengan berbagai macam tradisinya. Salah satunya upacara Pesta Ponan adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Petani Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa Besar. Upacara ini juga dinamakan upacara Lalo ko Ponan. Lalo artinya berziarah, sedangkan Ponan menunjuk sebuah bukit (tanah tanpa nama) yang ditumbuhi pohon mangga (bahasa daerah po = mangga, nan = itu) sehingga arti Lalo ko Ponan berarti berziarah ke Bukit Ponan. Bukit Ponan yang dikelilingi oleh tiga dusun tersebut, menjadi pusat pelaksanaan Pesta Ponan ini. Upacara ini dilakukan setelah semua warga selesai menanam padi, kemudian warga desa mempersiapkan segala keperluan yang akan digunakan dalam Upacara Pesta Ponan ini. Seperti mempersiapkan keperluan membuat jajan atau makanan kecil.

Semua warga desa terlibat dalam Upacara Pesta Ponan ini, mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak. Anak laki-laki dan bapak-bapak biasanya mulai mencari kayu bakar, memetik kelapa, memetik buah pisang dan mengambil daun bambu, kelapa dan daun pisang. Untuk anak perempuan dan ibu-ibu biasanya menghabiskan waktu di senikan (dapur). Banyak jajanan yang disajikan dalam Upacara Pesta Ponan ini, yaitu lepat, petikal (jajanan yang terbuat dari beras ketan), batar orong, onde tepok, kiping (jajanan yang terbuat dari ketan) dan dange, serta serapat, topat (jajanan yang terbuat dari beras).

Warga dusun adat datang membawa berbagai makanan dan kue yang bahan bakunya berasal dari hasil pertanian ataupun perkebunan mereka. Kemudian jajanan atau makanan kecil tersebut ditempatkan pada balai-balai kecil (beruga) yang terdapat di komplek makam tersebut. Jajan atau makanan kecil itu disusun rapi agar mudah dibagikan kepada pengunjung.

Upacara Pesta Ponan (sumber: Mongabay)

Uniknya, jajanan atau makanan kecil tersebut harus dimasak dengan cara direbus. Tidak boleh ada yang digoreng dengan minyak atau makanan yang dibeli di toko. Dengan kepercayaan bahwa uap dari rebusan Jajan atau makanan kecil tadi akan menguap ke langit dan berubah menjadi air hujan yang menyuburkan pertanian mereka. Menarik bukan?


Sumber:

People of Indonesia

Info Lanjut:

PDBI – Upacara Pesta Ponan

Previous post

Mengenal Sato, Alat Musik Tradisional dari Labu Hutan

Next post

Tradisi Mancokau, Lubuk Larangan di Sungai Subayang

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.