BeritaEvent

Dieng Culture Festival Digelar Agustus Mendatang

infobudaya.net – Dieng Culture Festival (DCF) akan kembali digelar pada 1-2 Agustus mendatang. Gelaran yang dihelat untuk keenam kalinya ini akan mengkolaborasikan budaya dan keindahan alam Dieng yang menjadi daya tarik wisatwan, baik lokal maupun mancanegara.

Diawali dengan jalan sehat sambil minum purwaceng, minuman herbal khas Dieng. DCF juga akan diramiakan dengan serangkaian acara seni budaya, seperti pertunjukkan wayang kulit, pameran kerajinan khas Dieng, festival film indie pelajar, pesta balon dan lampion, hingga gelaran musik yang bertajuk “Jazz Di Atas Awan”.

Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan upacara yang paling ditunggu, yakni ruwat rambut gimbal. Menurut informasi yang diperoleh dari situ Wonderful Indonesia, pada puncak acara DFC, rambut anak-anak yang gimbal secara alami tersebut akan dipotong  kemudian diupacarakan untuk dilarung ke sungai, Namun sebelum acara pemotongan rambut, akan dilakukan terlebih dahulu ritual doa di beberapa tempat, antara lain Candi Dwarawati, komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatot Kaca, Telaga Balai Kambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, komplek Pertapaan Mandalasari (gua di Telaga Warna), Kali Pepek, dan tempat pemakaman Dieng. Pembacaan doa tersebut dimaksudkan agar upacara dapat berjalan lancar.Malam hari sebelum prosesi akan dilakukan Upacara Jamasan Pusaka, yaitu pencucian pusaka yang dibawa saat kirab anak-anak rambut gimbal.

Acara ini diperkirakan dapat menarik lebih dari 15 ribu pengunjung. Bagi Anda yang ingin tinggal di desa sekitar Dieng, ada banyak losmen kecil dan hotel. Namun Anda juga dapat tinggal di rumah penduduk yang disewa dengan harga murah. Terdapat beberapa homestay di Dieng Kulon maupun Dieng Wetan.

Dataran Tinggi Dieng sendiri terletak di dua kabupaten sekaligus. Sebagian bernaung di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan sebagian lagi berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng bagaikan ‘negeri di atas awan’ karena terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai kawasan sakral dan tempat bersemayamnya Dewa Dewi.


Lebih jauh tentang

Previous post

Kaum Lansia Lestarikan Budaya lewat Lomba Tortor

Next post

Dodol Betawi Sebagai Kudapan Silatuhrami

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.