#DanauToba#KodeNusantaraBlog

Balobat, Seruling dari Utara Danau Toba!


Balobat atau yang juga dapat disebut ‘beluat’ adalah alat musik tradisional suku Karo salah satu sub-etnik Batak yang bermukim di utara Danau Toba, Sumatera Utara yang menyerupai suling dan terbuat dari seruas pucuk bambu berukuran sejengkal jari tangan. Balobat mempunyai lobang nada yang terdiri dari enam buah. Alat musik ini dapat dimainkan secara solo dan juga dengan ansambel. Balobat memiliki tangga nada lagu minor maupun mayor serta menciptakan susunan nada pentatonik yang melankolis bergaya khas budaya Karo.Konstruksi sumber bunyinya persis seperti alat musik Barat recorder. Balobat bisa dipakai untuk memainkan hampir semua repertoar adat dalam musik tradisional Karo, Gendang Lima Sedalanen, tetapi yang paling istimewa adalah kalau digunakan untuk memainkan lagu yang mempunyai kekuatan dahsyat dan mampu menyentuh rasa haru dan pilu, disebut ’tangis-tangis.’ Bentuk melodi sedih ini, selain ia bisa berdiri sendiri, juga sering digunakan mengiring jeritan hati melalui musik vokal yang disebut katoneng-katoneng, nyanyian lamenta yang bisa membuat bulu roma kita meremang dan meruntuhkan hati yang keras karena begitu indahnya. Kalau kamu berkesempatan jalan-jalan ke Tanah Karo yang berjarak sekitar enam puluh kilometer dari kota Medan, kamu bisa menemukan alat musik yang unik ini di desa tradisional Karo, seperti di Desa Lingga yang sangat terkenal itu.

Alat musik Balobat yang tergolong dalam instrumen melodis tunggal dapat berfungsi pula sebagai penghibur diri sendiri selain fungsinya dapat dijadikan sebagai instrumen pembawa melodi lagu tradisional Karo dalam ansambel musik tradisional Karo. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai pengiring acara adat tertentu seperti Erpangir Kulau, pada acara ritual kemalangan. Dapat dijelaskan alat musik Balobat biasanya selalu berpasangan dengan keteng-keteng dan mangkuk mbentar. Dalam ansambel gendang Balobat yang termasuk juga gendang telu sendalanen ini, ada instrumen lain seperti mangkuk mbentar yang berfungsi sebagai pembawa tempo, walau hanya sebuah mangkok tetapi mangkok ini sangat berperan dalam permainan ansambel gendang telu sendalanen tersebut. Bahan baku dalam pembuatan Balobat yaitu, bambu sebagai bahan utama dalam pembuatan Balobat, bambu yang digunakan adalah bambu regen (Gigantochloa pruriens), buluh regen (Karo). Bagian yang diambil adalah bagian pucuk bambu yang sudah tua. Kayu cemara digunakan sebagai sondel untuk Balobat, kayu cemara dipilih karena kayu tersebut tidak mudah rusak dan tidak mudah lapuk. Apa kamu pernah mencoba memainkan alat musik yang satu ini?


Referensi:

PDBI – Balobat 

Artikel Sebelumnya

Perkembangan Gondang Hasapi Hingga Saat Ini

Artikel Selanjutnya

Kue Khas Betawi Saat Lebaran

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.