#KodeNusantaraBlog

Soya-Soya, Tarian Patriotisme Dari Maluku Utara

Tarian Soya-soya merupakan sebuah tarian yang diciptakan oleh Sultan Baabullah untuk menyemangati para pasukan Ternate pasca tewasnya Sultan Khairun. Sultan Khairun sendiri adalah ayahanda dari Sultan Baabullah yang tewas saat merebut Benteng Nostra Senora del Rosario (Benteng Kastela) dari tangan Portugis pada 25 Februari 1570.

Dalam bahasa Maluku, nama Soya-Soya ini berarti pantang menyerah dan punya makna sebagai tarian penjemputan. Soya-soya juga merupakan ungkapan kebanggaan masyarakat Ternate kepada para pahlawan yang telah berhasil mengusir penjajah dari tanah Ternate.

Soya-soya biasa ditarikan secara berkelompok. Tidak ada ketentuan pasti untuk jumlah penari. Meskipun begitu, tarian Soya-Soya akan lebih menarik ketika dibawakan dalam kelompok besar karena atmosfir pasukan yang siap berperang akan sangat terasa.

Dalam menarikannya, para penari terlihat sangat enerjik dengan mengandalkan gerakan kaki yang sangat cepat dan penuh semangat. Hal ini menunjukkan semangat para pasukan Sultan Baabullah yang pantang menyerah ketika melawan kekuatan penjajah Portugis.

Kita sebagai penerus bangsa juga bisa lho menunjukan rasa bangga kita kepada para pahlawan. Yaitu dengan cara menjaga budaya asli bangsa. Yuk, sama-sama mencintai dan menjaga budaya asli bangsa kita, bangsa Indonesia!

Data terkait

PDBI – Tari Soya-soya

Artikel Sebelumnya

Alat Musik Merdu Dari Daun Lontar

Artikel Selanjutnya

Khasiat Jeniper Untuk Kesehatan Tubuh

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.