#KodeNusantaraBlog

5 TRADISI EKSTRIM YANG ADA DI INDONESIA

Indonesia tidak hanya menjadi negara yang memiliki keindahan alam dan juga kuliner yang menarik mata dunia. Salah satu yang menarik dari Indonesia untuk dilirik adalah mengenai tradisinya. Tradisi mencerminkan ciri khas suatu daerah. Tak sedikit dari Indonesia yang melakukan tradisi aneh, maupun hal yang tabu di luar akal sehat manusia. Berikut adalah 5 ritual ekstrim yang ada di Indonesia:

1. Tradisi Pasola, Sumba Barat

Pasola merupakan tradisi perang adat di mana dua kelompok pengunggang kuda saling berhadapan, kejar-mengejar sambil melempar lebing kayu ke arah lawan. Pasola dilakukan sekali dalam setahun, yaitu pada permulaan musim tanam tepatnya pada bulan Februari di Kecamatan Lamboya dan pada bulan Maret di Kecamatan Wanokakak dan Labiya Barat/Gaura. Dalam Pasola, yang harus diperhatikan sebelum melakukan tradisi ini adalah warga harus mematuhi sejumlah pantangan seperti tidak boleh mengadakan pesta, membangun rumah dan lainnya. Tradisi ini masuk ke dalam kategori ekstrim karena ketika berperang, seringkali ada yang terluka bahkan ada juga yang meninggal. Darah yang tumpah pun juga dianggap sebagai pembawa berkah bagi tanah mereka.

2. Tradisi Ngayau, suku Dayak

Ngayau merupakan tradisi berburu kepala yang dilakukan oleh Suku Dayak. Tradisi ini dilakukan saat Suku Dayak merasa terancam, misalnya dalam perang. Tradisi ini dilakukan juga karena mereka percaya cara ini akan menghindarkan diri dari gangguan roh musuh.

3. Tradisi Suku Naulu, Maluku

Sama halnya dengan Suku Dayak dalam melakukan tradisi Ngayau, masyarakat yang mendiami Pulau Seram, Maluku ini memiliki juga memiliki tradisi yang mengerikan bagi sebagian orang, yaitu berburu kepala manusia. Bagi mereka, berburu kepala manusia merupakan persembahan kepada nenek moyang. Mereka percaya bahwa tradisi ini wajib untuk dilakukan agar terhindar dari bahaya atau musibah. Selain itu, tradisi ini dianggap sebagai sebuah kebanggaan dan simbol kekuasaan. Selain itu, kepala manusia memiliki arti penting bagi suku ini. Maka, tidak heran bila kepala manusia juga dijadikan sebagai mas kawin ketika seseorang dalam Suku Naulu akan menikah.

4. Tradisi Carok, Madura

Tradisi ini merupakan tradisi yang sering dilakukan ketika terjadi perselisihan. Orang Madura akan mengambil sabit dan tak segan untuk membacok lawan. Tradisi ini dilarang karena bertentangan dengan hukum, namun dalam berbagai kasus beberapa orang Madura masih kerap melakukannya untuk melawan orang yang dianggap musuh.

5. Iki Palek, Suku Dani

Tradisi Iki Palek merupakan tradisi pemotongan jari tangan yang dilakukan oleh masyarakat Suku Dani, Papua. Hal ini dilakukan ketika kerabat dekat mereka meninggal dunia dan sebagai tanda kesetiaan mereka terhadap kerabat dekatnya. Mereka beranggapan bahwa memotong jari adalah simbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan anggota keluarganya.

Pemotongan jari juga dapat diartikan sebagai upaya untuk mencegah ‘terulang kembali’ malapetaka yang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka. Seseorang yang sudah mati masih memiliki hubungan dengan mereka yang masih hidup. Agar hubungan tersebut menjadi seimbang maka manusia yang masih hidup harus menyerahkan sebagian dari rohnya kepada orang yang meninggal tersebut dan jari merekalah yang menjadi sasaran pengorbanan tersebut.


Sumber:

PDBI – Tradisi Ngayau

PDBI – Tradisi Iki Palek

PDBI – Tradisi Pasola

PDBI – Tradisi Carok

PDBI – Tradisi Suku Naulu

Previous post

Mengenal Tradisi "Ma'Nene", Ritual Mengganti Pakaian Jenazah Nenek Moyang di Tana Toraja

Next post

Makanan "Setan," Berani Coba?

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.