#KodeNusantaraBlog

Upacara Bersih Sendhang: Tradisi Merawat Lingkungan

Upacara Bersih Sendhang merupakan suatu tradisi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi Bersih Sendhang peninggalan nenek moyang terus dilestarikan masyarakat untuk tetap bersyukur dan sebagai media masyarakat untuk memohon agar selalu diberi keselamatan, kesuburan, dan ketentraman di tempat yang mereka tinggali. Tradisi ini digelar di sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

Upacara Bersih Sendhang memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai utama tradisi ini adalah nilai yang dipandang sebagai alat persatuan, gotong royong, dan pengendali sosial.

Nilai sebagai alat persatuan dapat dilihat dari pelaksanaan upacara Bersih Sendhang ini. Masyarakat bersama-sama menggelar tradisi ini dengan satu tujuan yaitu untuk memperoleh berkah hidup berupa keselamatan, kesejahteraan, dan ketentraman.

Nilai gotong royong terlihat jelas saat masyarakat melakukan persiapan sampai pelaksanaan upacara Bersih Sendhang, baik dari segi kelengkapan upacara maupun tempatnya. Gotong royong terlihat dengan masyarakat mengadakan kerja bakti untuk membersihkan tempat atau lingkungan sekitas sendhang (mata air). Sendhang (mata air) ini lah yang akan dijadikan tempat pelaksanaan upacara Bersih Sendhang.

Nilai pengendali sosial secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak kepada masyarakat sekitar untuk lebih berbuat bijak terhadap lingkungan. Hal ini sering dijumpai bahwa terdapat berbagai larangan atau pantangan di sendhang (mata air). Misalnya, larangan untuk tidak membuang sampah di area sendhang, tidak melakukan penebangan hutan secara liar, dan masih banyak contoh lainnya.

Kearifan lokal tradisi upacara Bersih Sendhang menggambarkan bahwa terdapat wujud atau bentuk kontrol manusia dalam memperlakukan lingkungan. Masyarakat memperlakukan dan menjaga lingkungan dengan tujuan agar lingkungan selalu lestari dan terhindar dari bahaya.


Data diolah dari berbagai sumber.

Data Terkait:

PDBI – Jawa Tengah

Previous post

Refleksi Kehidupan Penjual Nasi dalam Tari Boran

Next post

TRADISI BANCAAN MASYARAKAT JAWA

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.