Blog

Tonya, Hantu “Berbudaya” dari Bali

Bali merupakan salah satu destinasi wisata paling laris yang dikunjungi oleh wisatawan lokal, bahkan mancanegara. Badan Pusat Statistik mengatakan, kunjungan wisatawan di Bali pada periode Januari – Agustus 2018 mencapai 4,09 juta, kunjungan naik mencapai 2,15% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. (sumber: bps.go.id)

Pulau Bali memang surganya para pelancong, tapi tahukah kalian bahwa di balik keindahan alam dan kebudayaan lokalnya, banyak tempat atau daerah yang masih menyimpan hal-hal berbau mistis dan misterius yang akan membuat badan kalian merinding?

Sebut saja Tonya.Kalian pernah dengar? Atau bahkan pernah tidak sengaja melihat saat berkunjung ke Pulau Bali? Tonya merupakan satu dari sekian banyak legenda yang dipercayai oleh penduduk asli di sana. Legenda Tonya tidak kalah menarik dan terkenal dibanding legenda Leak dan lainnya.

Makhluk ini cukup terkenal, legenda mengatakan Tonya hampir menyerupai manusia biasa dari segi perawakan, bentuk tubuh, serta tingkah laku, dan tinggal bersama-sama sebagai sebuah kelompok atau koloni (gaib) dari jenis mereka, serta digadang-gadang perbedaan mencolok Tonya dan Manusia adalah Tonya tidak memiliki lekukan kecil pada bibir atas di bawah hidung.

Sudah dijelaskan di atas bahwasanya perilaku mereka hampir mirip dengan perilaku yang ada pada manusia, bahkan dapat dikatakan mereka juga memiliki desa yang nyaris sama dengan desa-desa kasat mata pada umumnya. Tentunya eksistensi wujud asli makhluk halus dan desanya tidak akan terlihat oleh mata telanjang seperti manusia.

Orang yang dapat melihat dan berkomunikasi dengan Tonya biasanya mereka dianggaporang pintar.Orang pintar ini akan menghilang dan bisa hidup berhari-hari selama beberapa waktu bersama bangsa lelembut Tonya.

Di tanah Bali, festival adat sudah menjadi tradisi turun menurun dari nenek moyang. Tonya merupakan makhluk halus yang “berbudaya”, maka mereka sangat menyukai keramaian atau festival. Beberapa cerita yang berkembang di kalangan masyarakat mengatakan, bahwa mereka sering kali mengikuti atau menghadiri festival adat atau upacara adat, salah satunya Festival Adat Pura yang digelar di desa. Tapi kalian tidak perlu takut, selama berkunjung dengan sopan dan beradab di daerah orang lain yang dianggap misterius dan angker, kalian tidak akan pernah diganggu oleh makhluk tak kasat mata ini.


Data diolah dari berbagai sumber.

Data Terkait:

PDBI – Bali

Previous post

Rujak Cingur: Rujak Bukan Sembarang Rujak

Sumber: https://adira.co.id/
Next post

Nilai-Nilai di Balik Tradisi Merti Bumi

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.