#KodeNusantaraBeritaBlogEvent

TARIAN YANG TERINSPIRASI BURUNG MERAK

Tarian ini dipentaskan untuk melakukan sambutan kepada tamu agung di setiap acara adat atau ritual, juga digunakan untuk menyambut rombongan tamu pengantin pria saat menuju pelaminan dan dipersembahkan untuk para tamu dalam acara pernikahan, serta tarian yang sebagai sarana dalam memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Jawa Barat ke kancah Internasional. Ya, tarian ini adalah Tari Merak.

Tari Merak memiliki ciri khas pada kostum maupun gerakannya. Kostum yang digunakan oleh penari merak bermotifkan bulu merak dengan menggambarkan bentuk dan bulu burung merak. Warna yang dipilih juga menyerupai dengan warna burung merak asli seperti warna biru, hijau, atau hitam.

Kostum terkadang juga ditambahkan beberapa aksesoris tambahan yang terletak di bagian kepala, badan, maupun bawah. Aksesoris untuk bagian kepala terdapat mahkota atau biasa disebut dengan siger. Mahkota berupa pernak-pernik dan payet-payet yang memiliki berbagai macam warna sehingga mahkota terlihat lebih glamour ketika terkena sorot lampu.

Penampilan Tari Merak di Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah (10/11/2019)

Hiasan telinga atau sesuping yang dipakai penari di bagian telinga. Aksesoris hiasan telinga terlihat mirip dengan ornamen yang terdapat pada kostum-kostum pewayangan. Hiasan sanggul menjadi aksesoris yang dipakai penari di bagian belakang rambut. Aksesoris ini menggambarkan seekor merak jantan.

Bagian badan terdapat 3 jenis aksesoris yang digunakan, yaitu penutup dada dikenakan untuk menutupi bagian dadanya dengan memakai kain yang mirip seperti kemben. Kemben ini dikenakan dengan cara dilingkarkan ke bagian tubuh penari dari dada hingga perut yang dilengkapi dengan tali agar kemben tidak melorot saat digunakan menari.

Apok menjadi aksesoris yang digunakan sebagai penutup leher sampai ke bagian dada. Apok berbentuk panjang dan melingkar sehingga mirip kalung dengan dihiasi berbagai motif-motif khas yang dipakai penari. Fungsi adanya Apok untuk mempermudah penari dalam melakukan koreografi.

Sayap sebagai aksesoris khas yang menjadi ciri utama pada Tari Merak. Aksesoris sayap memiliki ornamen warna-warni yang menambah kesan unik dan istimewa serta terdapat corak yang menyerupai bulu burung merak. Selain itu, aksesoris sabuk sebagai pelengkap yang berfungsi sebagai penutup sampur (selendang) dan pinggang. Sedangkan aksesoris untuk bagian bawah pada kostum tari Merak memakai rok yang serasi dengan motif-motif aksesorisnya.

Tari Merak dalam sejarahnya diciptakan oleh koreografer dari Jawa Barat, yaitu Raden Tjetjep Soemantri. Beliau menciptakan gerakan tari Merak karena terinspirasi oleh gerakan-gerakan burung merak. Gerakan yang dilakukan burung merak menunjukkan keindahan bulu ekornya untuk menarik perhatian burung merak betina. Maka tari Merak ini pada awalnya dibawakan dengan cara berpasang-pasangan.


Data diolah dari berbagai sumber.

Data Terkait:

PDBI – Tari Merak

Artikel Sebelumnya

PADUAN HARMONI DUA TARI PAPUA

Artikel Selanjutnya

Roti Ketawa: Camilan Sumatera Utara yang Cocok untuk Menemani Kegalauanmu

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.