#KodeNusantaraBlog

Berkenalan dengan Teman-Teman dari Suku Anak Dalam

Apakah kalian pernah dengar tentang Suku Anak Dalam?

Jika kalian belum tahu, kami akan mengajak kalian untuk berkenalan dengan salah satu suku yang memiliki keunikan ini.

Suku Anak Dalam atau dikenal dengan ‘’Suku Kubu’’ atau bisa juga disebut Orang Rimba adalah salah satu yang mendiami hutan rimba di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Diperkirakan jumlah mereka sekitar 200.000 orang. Mereka hidup secara nomaden, sederhana, dan memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berburu binatang dan mencari buah-buahan di hutan. Suku Anak Dalam ini menempati 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Suku Anak Dalam utara Provinsi Jambi mendiami Taman Nasional Bukit 30, Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi ada di sepanjang jalan lintas Sumatera.

sumber: Google
sumber: Google

Di dalam hutan mereka terbagi dalam beberapa kelompok kecil, setiap kelompok memiliki wilayah hunian dan berburu sendiri. Pemimpin dari kelompok mereka biasa disebut dengan ‘’Tumenggung’’. Menurut tradisi lisan mereka merupakan orang Maalau Sesat yang lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit 12. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Adapun tradisi lainnya yang menyebutkan bahwa mereka berasal dari wilayah Pagaruyung, yang mengungsi ke wilayah Jambi. Hal tersebut diperkuat dengan kesamaan bahasa dan adat Suku Anak Dalam dengan suku Minangkabau.

sumber: Boombastis
sumber: Google

Pakaian keseharian untuk kaum laki-laki disebut cawat dan untuk kaum perempuan hanya mengenakan kain penutup bawahan dan kain penutup dada yang hanya mereka pakai untuk berinteraksi dengan masyarakat luar. Dalam kehidupan sehari-hari, Suku Anak Dalam sangat patuh dengan aturan, norma, dan adat istiadat yang berlaku sesuai dengan budaya mereka. Di lingkungan kehidupan mereka, dikenal dengan istilah kelompok keluarga seperti keluarga kecil dan keluarga besar. Keluarga kecil terdiri dari suami istri dan anak yang belum menikah, sementara keluarga besar terdiri dari beberapa keluarga kecil yang berasal dari pihak kerabat istri. Suku Anak Dalam dikenal juga memiliki kemampuan supranatural tinggi. Ada yang mengatakan jika kita meludah di depan mereka dan ludah kita dijilatnya maka kita akan menjadi gila dan masuk ke kelompok mereka. Suku Anak Dalam memiliki kepercayaan Animisme. Namun, saat ini kepercayaan yang mereka anut mulai beragam, ada beberapa keluarga yang berpindah menganut Agama Kristen dan Agama Islam.

sumber: Google

Hidup mereka sebenarnya cukup memprihatinkan karena mereka telah kehilangan sumber daya hutan yang selama ini mereka manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Semua ini disebabkan oleh proses marginalisasi yang dilakukan pemerintah dan penduduk sekitar atau orang-orang melayu yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan. Tapi, saat ini Suku Anak Dalam mulai meninggalkan budaya primitif mereka dan mulai mencoba untuk lebih modern. Mereka sekarang sudah mulai untuk membiasakan memakai baju seperti pada umumnya dan mulai membaur bersama masyarakat luar. Tapi, jika mereka kembali ke hutan mereka akan memakai pakaian khas mereka kembali. Dan saat ini juga banyak Suku Anak Dalam yang mulai menggunakan kendaraan bermotor dan senjata api rakitan atau kecepek. Mereka juga diajarkan untuk membaca dan menulis, terutama anak-anak kecil dan remaja. Tujuannya agar mereka tidak mudah dibohongi dan dimanfaatkan orang-orang jahat yang ingin mengambil lahan dan sumber daya mereka.

sumber: Google

Bagaimana, apakah sekarang kalian sudah mulai mengenal Suku Anak Dalam? Mereka adalah salah satu bagian dari kekayaan dan keunikan yang Indonesia miliki. Maka dari itu kita harus menjaga dan melindungi mereka dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin memanfaatkan mereka. Suku Anak Dalam hidup dan bertempat tinggal di wilayah Indonesia maka dari itu mereka adalah bagian dari kita, pastinya mereka saudara dan teman-teman kita juga. Dan sudah seharusnya kita menunjukkan rasa peduli dan toleransi terhadap mereka. Hal ini juga menyadarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita masih bisa hidup dengan nyaman dan berkecukupan dibandingkan dengan Suku Anak Dalam yang tinggal di hutan rimba yang hanya bergantung kepada alam. Mereka juga memiliki hak yang sama dengan kita sebagai manusia dan warga Negara Indonesia.

Jika kalian ingin mengunjungi mereka dan berinteraksi langsung, datang saja ke Provinsi Jambi atau Sumatera Selatan. Selain berkenalan dengan mereka kita juga bisa mengambil banyak hal positif dari mereka seperti bagaimana mereka sangat perduli terhadap hutan dan alam sekitar juga sikap mereka yang sangat mematuhi aturan adat dalam bekerja sama di sebuah kelompok.

Selamat Hari Anak Sedunia!


Referensi:

Wikipedia

Takaitu

Data Terkait:

Provinsi Jambi

Provinsi Sumatera Selatan

Previous post

Segudang Manfaat dari Keluak, Si Buah “Mabuk Kepayang”

Next post

Refleksi Kehidupan Penjual Nasi dalam Tari Boran

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.