#KodeNusantara#NusaKuliner

Merawat Kopi Ala Petani Gayo

Kopi menjadi sebuah identitas dalam diri masyarakat Gayo. Banyak orang yang mengenal suku Gayo karena ciri khas kopinya. Bagi masyarakat Gayo, kopi adalah minuman kebanggaannya.

Masyarakat Gayo memiliki makna tersendiri dalam memperlakukan kopi. Mereka telah memahami bahwa kopi adalah warisan kearifan lokal dari nenek moyangnya. Mereka percaya, kopi adalah makhluk hidup yang mempu memahami lisan, bahasa tubuh dan bahasa hati manusia.

Kopi diperlakukan seperti halnya merawat dan membesarkan anak. Berkomunikasi dan mencurahkan kasih sayang saat mulai menanam sampai menyajikannya adalah wujud penghormatan yang telah dilakukan turun menurun.

Bagi masyarakat Gayo, kopi adalah minuman wajib. Bukan sekadar untuk dinikmati sendiri, melainkan disajikan kepada tamu yang sedang berkunjung. Menyajikan kopi adalah cara masyarakat Gayo dalam menghormati tamu. Oleh karena itu, mereka harus menjaga kualitas biji kopi sehingga tamu yang berkunjung berkesan dengan cita rasa kopi yang disajikan.

Kini, kopi kebanggaan mereka telah menjadi salah satu kopi terbaik di dunia. Menerima sertifikat Indikasi Geografis (2010) dan mendapat pengakuan dari asosiasi kopi spesial Amerika serta Eropa mengenai kualitas kopi dari suku Gayo ini.

Masyarakat Gayo menanam kopi pada ketinggian 1000 sampai 1200 meter di atas permukaan laut. Biji kopi yang dihasilkan adalah arabika. Rasa yang dihasilkan cenderung nutty dan buttery dengan aroma aksen nutty dan spice yang kuat. Tingkat keasaman rendah, cenderung manis, dan memiliki bentuk biji medium.

Petani Gayo dapat menghasilkan lebih dari satu varietas dan berbagai macam rasa biji kopi. Varietas yang banyak dipasaran adalah timtim dan red bourbon. Hal tersebut dikarenakan kebiasaan petani yang menanam varietas tanaman berbeda dalam satu kebun.

Artikel Sebelumnya

Menyambut Bulan Ramadan dan Malam Lailatur Qadr dengan Kemeriahan Lampion Warna Warni

Mengulik Kopi Perdamaian dari Timur Indonesia
Artikel Selanjutnya

Mengulik Kopi Perdamaian dari Timur Indonesia

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.