#KodeNusantaraBlog

Seren Taun di Desa Cigugur

Seren Taun adalah upacara panen padi yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan dalam bidang pertanian selama setahun yang telah berlalu dan harapan untuk setahun yang akan datang. Lebih spesifik lagi, Upacara Seren Taun adalah acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung. Ada dua lumbung, yaitu lumbung utama (leuit indung) dan lumbung pangiring atau leuit leutik (lumbung kecil). Leuit indung digunakan sebagai sebagai tempat menyimpan padi Ibu yang ditutupi kain putih dan pare Bapak yang ditutupi kain hitam. Padi di kedua lumbung itu untuk dijadikan bibit atau benih pada musim tanam yang akan datang. Leuit pangiring menjadi tempat menyimpan padi yang tidak tertampung di leuit indung.

Seren Taun dilaksanakan pada tanggal 22 bulan Rayagung Tahun Saka bulan terakhir dalam perhitungan kalender Sunda. Diawali dengan Upacara Ngajayak (Penjembutan Padi) pada tanggal 18 dilanjutkan dengan penumbukan padi dan sebagai puncak acaranya jatuh pada tanggal 22 Rayagung. Ngajayak dalam bahasa Sunda berarti menerima dan menyambut sedangkan bilangan 18 (delapan welas) dalam bahasa Sunda dikonotasikan sebagai welas asih yang berarti cinta kasih dan kemurahan Tuhan menganugrahkan kemakmuran kehidupan umatnya, serta segala alam semesta.

Tiga tahapan ritual  dalam upacara Seren Taun:

Pertama adalah Damar Sewu, yaitu sebagai gambaran manusia dalam menjalani kehidupan baik sosial maupun pribadi.

Kedua adalah Tari Buyung yang gerakannya menggambarkan penyelarasan manusia dengan alam. Dalam tarian itu, manusia diajak untuk lebih dekat dengan alam dan mencintainya sebagai sahabat yang harus terus berjalan bersama.

Dan yang ketiga Pesta Dadung, yaitu sebagai upaya meruwat antara energi positif dan negatif akan keseimbangan alam.

Seren Taun juga dihadiri sejumlah kelompok masyarakat adat dari seluruh Indonesia. Suka cita dan kekhidmatan Seren Taun tak hanya dirasakan oleh masyarakat Cigugur, namun juga dirasa memberikan makna bagi siapa saja yang menyaksikannya.


Sumber:

Situs Candi

Info Lanjut:

PDBI – Seren Taun

PDBI – Makna dan Prosesi Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat yang Masih Eksis Sampai Sekarang

Artikel Sebelumnya

Jaipong Tarian Khas dari Jawa Barat

Artikel Selanjutnya

5 Budaya Sunda yang Perlu Kamu Ketahui!

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.