#KodeNusantara#NusaKulinerBlog

Ubi Cilembu yang Melegenda

Indonesia dikenal memiliki keanaragaman kuliner yang unik, salah satunya ada di Sumedang. Selain dikenal dengan tahunya, Sumedang juga dikenal sebagai daerah penghasil Ubi Cilembu. Ubi Cilembu adalah kultivar Ubi Jalar merupakan Ras lokal asal Kecamatan Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat. Ubi Jalar ini populer di kalangan konsumen semenjak tahun 1990-an.

Ubi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila di-oven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Karena itu, Ubi Cilembu disebut juga dengan umbi si madu. Bila umbi pada umumnya juga manis, rasa manis Ubi Cilembu ini lebih manis dan lengket dengan gula madu. Rasa manis ini membuat tenaga ekstra bagi orang yang mengkonsumsinya.

sumber: Google

Ubi Cilembu memiliki kandungan vitamin A 7.100 IU (international unit). Suatu jumlah yang cukup tinggi untuk perbaikan gizi bagi mereka yang kekurangan vitamin A. Padahal, umbi-umbian jenis lain, kandungan vitamin A-nya hanya berada pada angka 0,001-0,69 mg per 100 gram. Selain vitamin A yang tinggi, juga mengandung kalsium hingga 46 mg per 100 gram, vitamin B-1 0,08 mg, vitamin B-2 0,05 mg dan niacin 0,9 mg, serta vitamin C 20 mg.

Ubi ini tidak cocok untuk digoreng, karena kandungan gulanya yang tinggi membuat ubi ini sangat mudah “gosong”, dan juga tidak cocok untuk direbus, karena aroma dari “madu”nya akan berkurang, bahkan hilang. Pada umumnya produk Ubi Cilembu diperdagangkan dalam bentuk ubi bakar selain diolah dalam bentuk kripik, tape, dodol, keremes, selai, saus, tepung, aneka kue, mie, dan sirup. Ubi Cilembu memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena rasa yang khas, manis seperti madu dan legit, struktur dagingnya kenyal dan menarik sehingga sangat digemari oleh pelaku usaha tani dan konsumen.

Kini Ubi Cilembu menjadi ubi unggulan dari sumedang yang dikenal banyak wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.


Sumber:

PDBI – Ubi Cilembu

Artikel Sebelumnya

Nikmatnya Kopi Ijo Khas Tulungagung

Artikel Selanjutnya

Kisah di balik Populernya Tahu Sumedang

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.