#KodeNusantaraBlog

Makna Mulia dari Tradisi Pingitan

Hampir di seluruh daerah di Indonesia, memiliki tradisinya sendiri dalam mempersiapkan sebuah pernikahan. Hal ini wajar, karena pernikahan adalah hal yang sakral jika ditilik dari budaya ketimuran. Tradisi yang cukup popular di dengar oleh telinga kita adalah Pingit atau Pingitan. Tradisi ini berawal dari Jawa Tengah dan sekitarnya.

Prosesi pingitan merupakan ritual yang biasa dilakukan oleh pasangan pengantin yang melaksanakan pernikahannya menggunakan adat Jawa, khususnya Yogya. Calon pengantin putri tidak diperbolehkan keluar rumah atau bertemu calon pengantin putra sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu sebelum acara akad nikah. Kedua mempelai harus tidak saling bertemu dulu. Biasanya, masa pingitan seorang perempuan itu selama 1 hingga 2 bulan lamanya, sebelum hari pernikahannya tiba.

Kepercayaan dari pingitan ini sendiri, yaitu calon pengantin memiliki ‘darah manis’, sehingga rentan akan gangguan yang sifatnya tidak terlihat. Maka untuk menjaga hal tersebut, prosesi pingitan pernikahan adat jawa dilakukan. Tujuan mulianya adalah, prosesi pingitan bagi calon pengantin bertujuan agar calon pengantin mendapat keselamatan dan bebas dari mara bahaya yang bisa saja mengganggu di luar sana.


Sumber:

  • Mayrani. (2018, Agustus 16). PDBI Ritual. Retrieved from PDBI: https://budaya-indonesia.org/Pingitan-Merupakan-Ritual-Orang-Yogyakarta/
  • Pernikahan, S. (n.d.). Seputar Pernikahan Mix. Retrieved from Seputar Pernikahan: http://www.seputarpernikahan.com/prosesi-pingitan-pernikahan-adat-jawa/
  • Ver. (2014, April 22). Vemale Love. Retrieved from Vemale: https://www.vemale.com/love/56786-tradisi-pingitan-dalam-pernikahan-adat-jawa.html
Previous post

Memberikan Nama pada Bayi dengan Medak Api

Next post

Makna Filosofis Cicak bagi Orang Batak

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.