#KodeNusantara#NusaKulinerBerita

Kue-kue Kasih Sayang Khas Sulawesi

Bulan Februari dan coklat diamini oleh masyarakat dunia sebagai momen perwujudan kasih sayang. Tapi tahukah kamu, kalau ada banyak kuliner di Indonesia yang melambangkan tentang cinta dan kasih sayang? Misalnya saja kue-kue khas dari Sulawesi Selatan yang banyak disuguhkan saat upacara pernikahan. Beragam kue yang disajikan memiliki harapannya masing-masing demi kebaikan hubungan antar dua insan yang memadu kasih.

Berikut kue-kue Sulawesi yang bisa kamu coba untuk membangun keharmonisasn dan keawetan hubunganmu dengan kekasih.

Cucuru Bayao

Rasa yang sangat manis dari kue cucuru bayao menyimbolkan harapan bagi pasangan yang menikah, agar kelak mereka bisa mengarungi kehidupan pernikahan dengan penuh kebahagiaan. Ada pula mitos di balik kue ini, konon perempuan yang memakan cucuru bayao di pesta pernikahan juga akan segera mendapatkan jodohnya.

Bannang-Bannang dan Nennu-Nennu

Bannang-bannang dan Nennu-nennu’ merupakan kue yang serupa. Kue ini nampak seperti kremes Jawa namun bentuknya memanjang. Bannang-bannang (Makassar) dan Nennu-nennu’ (Bugis), merupakan perlambang dari hubungan yang saling kait mengait, kekekalan, ketakputusan dan persatuan dua keluarga. Harapan dari hadirnya kue ini dalam pesta pernikahan adat Sulawesi Selatan adalah langgeng dan bertahannya pasangan suami istri dalam kondisi apapun dalam biduk rumah tangganya kelak.

Ajoa

Kue Ajoa terinspirasi dari alat yang dipasang pada dua leher kerbau untuk membajak sawah. Bentuknya yang menyerupai pertalian dan hati menyimbolkan kerjasama antara dua orang yang berpasangan. Dimaknai pula sebagai kerjasama suami istri untuk saling membantu dan mendukung.

Se’ro-se’ro’

Kue Se’ro-se’ro biasanya akan tersedia di pernikahan Makassar dengan makna yang mendalam. Kedua mempelai pengantin memegang tanggung jawab untuk saling melayani dan saling mengisi. Dalam ceritanya dahulu, pasangan suami istri yang baru menikah mesti bergantian menimbakan air di sumur.

Sikaporo

Kue sikaporo ini penganan khas dari Bugis dan Makassar dan menjadi hantaran wajib untuk pernikahan masyarakat Bugis. Kue ini menjadi simbol kelembutan dan kesederhanaan yang terbina dalam hubungan rumah tangga. Bagi masyarakat Makassar, sikap lembut dan kasih sayang adalah pilar utama keberlangusungan sebuah keluarga.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba kue-kue ini supaya hubunganmu semakin romantis dan langgeng? Kamu bisa juga menghadiahkan kue-kue ini untuk orang terkasih di hari kasih sayang.


Info lebih lanjut:

Cucuru Bayao

Bannang-Bannang

Nennu-Nennu’

Ajoa

Se’ro-Se’ro

Sikaporo

 

Previous post

Tiga Kuliner Khas Tomohon yang Patut Dicoba

Calon Anak Daro
Next post

Perempuan Minang Melepas Masa Lajang di Malam Bainai

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.