Berita

Menteri Pariwista Usulkan Kota Solo Jadi Kota Budaya Dunia

“Gerebeg Sudiro” merupakan kirab budaya hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa dalam menyambut perayaan tahun baru Imlek di Kampung Sudiroprajan, Solo. Kirab budaya ini kian memiliki daya tarik hingga ke mancanegara.

Gelar budaya ini sudah delapan kali dilaksanakan dan mendapat perhatian yang amat besar dari warga Tionghoa di Taiwan. Pada gerebeg sudiro tahun ini, ada tujuh delegasi dari Taiwan yang datang ke Solo untuk melihat acara tradisi ini.

Arief Yahya, selaku Menteri Pariwisata, melepas acara kirab budaya ini dengan rasa haru dan bahagia di depan Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gedhe, Solo. Menurutnya, kota Solo yang selalu menyelenggarakan kegiatan budaya sampai 62 acara tiap tahunnya layak diusulkan sebagai Kota Budaya dan Kota Kreatif Dunia ke UNESCO.

Jika Solo diangkat menjadi kota kreatif dan kota budaya dunia akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara tiap tahunnya.

Kirab budaya “Gerebeg Sudiro” tahun ini diikuti oleh 59 kelompok yang berjumlah sekitar 1.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hal ini menggambarkan kemajemukan warga Sudiroprajan sesuai dengan tema “Manunggaling Budhaya Nguri-nguri Luhuring Bangsa” yang artinya “Bersatu melestarikan budaya leluhur bangsa.”

 

Sumber Tulisan: http://www.pikiran-rakyat.com/node/316346

Lebih lanjut:

http://budaya-indonesia.org/q/?Provinsi=Jawa+Tengah&open_nav=province

 

Previous post

Tarian Khas Cirebon dan Tionghoa Bertemu di Panggung Budaya Sunyaragi

Next post

Festival Layang-layang, Upaya Disbudparpora Bengkalis Kembangkan Budaya Lokal

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.