#KodeNusantaraBerita

Daerah Penghasil Batik Terbesar di Pulau Jawa

Batik dikenal sebagai seni menggambar untuk menghias kain dengan motif tertentu. Membatik merupakan keterampilan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang lahir dari rakyat, telah berkembang seiring dengan perubahan zaman dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif pada kain yang menggunakan proses pemalaman, yaitu menggoreskan malam (lilin) yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap. Pada awalnya hanya dikenal batik tulis, namun dengan peerkembangan zaman telah dikenal cara membatik dengan bantuan mesin yaitu batik cap dan print (cetak). Sejak zaman keagungan kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, bahkan hingga zaman kemerdekaan, batik sebagai salah satu contoh bentuk kekayaan hasil desain selalu hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkannya. Berikut ini daftar beberapa daerah di pulau Jawa yang terkenal sebagai daerah penghasil batik terbesar, antara lain:

 

1.Pekalongan

Kota pertama yang masuk daftar ini adalah Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kota yang satu ini memang sudah dikenal masyarakat luas sebagai kota sentra batik. Pabrik-pabrik besar hingga usaha batik rumahan banyak tersebar di berbagai titik di Pekalongan. Batik pekalongan pada umumnya memiliki perpaduan warna yang cenderung cerah jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Jawa Tengah. Batik Pekalongan juga memiliki keunikan karena memiliki tekstur dan desain kain yang lebih lembut. Sebagian besar motif warna-warni tersebut mendapatkan pengaruh kebudayaan asing seperti China, Arab, dan Belanda. Bagi para pengunjung yang ingin ke pusat batik yang ada di Pekalongan dapat mengunjungi Pasar Grosir Setono yang terkenal sebagai pasar batik terbesar di Indonesia. Pasar Grosir Setono sudah berdiri sejak 1939.

2.Solo

Kota Solo merupakan salah satu kota yang terkenal sebagai kota penghasil batik berikutnya. Kota satu ini terletak di bagian Tengah tengah Tanah Jawa, kota ini juga dikenal dengan nama Surakarta. Kota Solo sangat identik sebagai salah satu kota penghasil  Batik terbesar di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya acara ‘Solo Batik Carnival'(SBC) yang rutin digelar setiap tahunnya. SBC adalah sebuah acara tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai fokus utama acara ini. Pola dan motif batik Solo juga memiliki simbol dan makna yang berbeda yaitu sido mulyo simbol kebahagiaan, sido dadi simbol kemakmuran, satrio wibowo simbol kemartabatan, dan tikel asmorodono simbol cinta. Untuk melihat proses pembuatan batik solo secara langsung, salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Kampoeng Batik Laweyan di Desa Laweyan.

3.Yogyakarta

Memang tidak ada habisnya jika membahas tentang kebudayaan dari Kota Yogyakarta. Kota ini selain dikenal sebagai kota dengan kebudayaannya yang masih kental, kota yang di pimpin oleh seorang raja keraton ini juga dikenal sebagai jantung budaya batik. Batik Yogyakarta biasanya didominasi oleh warna-warna natural seperti cokelat, hitam, putih, nila, dan krem. Salah satu motif batik Jogya yang paling terkenal adalah motif grompol.

Biasanya batik dengan motif ini digunakan pada saat upacara pernikahan atau upacara tradisional. Di Yogyakarta salah satu tempat yang menjual segala sesuatu tentang batik dengan lengkap adalah Pasar Tradisional Bringhardjo. Di Pasar Bringhardjo sini terdapat berbagai macam koleksi batik Jogya dengan beragam motif dan harga bervariasi.


Sumber:

sindonews

wikipedia

Info lebih Lanjut

Jawa Tengah

Yogyakarta

Previous post

Kecantikan Batik dari Indonesia Timur

Next post

6 Makanan Oleh - Oleh Khas Majalengka

1 Comment

  1. 27 November 2017 at 1:53 pm — Balas

    […] Membatik merupakan keterampilan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang lahir dari rakyat, telah berkembang seiring dengan perubahan zaman dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif pada kain yang menggunakan proses pemalaman, yaitu menggoreskan malam (lilin) yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap. Sejak zaman keagungan kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, bahkan hingga zaman kemerdekaan, batik sebagai salah satu contoh bentuk kekayaan hasil desain selalu hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkannya. Berikut ini daftar daerah di Pulau Jawa yang terkenal sebagai daerah penghasil batik terbesar, antara lain: […]

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *