BeritaEvent

Tradisi Bakar Gunung di Bengkulu

infobudaya.net: – Pemerintah kini sedang giat-giatnya mengajak masyarakat untuk menjaga keasrian gunung supaya negeri tak gersang. Tapi hal itu tak berlaku bagi masyarakat Bengkulu terutama oleh suku Serawai. Mereka punya tradisi lokal yang dipandang aneh untuk menyambut datangnya 1 Syawal alias Idul Fitri.

Saat malam takbiran, mereka melakukan tradisi bakar gunung api yang dinamai Ronjok Sayak. Suku Serawai telah melakukan tradisi ini sejak ratusan tahun silam. Mereka melakukannya di beranda rumah-rumah. Caranya begini: Bakar gunung api menggunakan batok kelapa yang disusun mirip tusukan sate hingga menjulang. Batok kelapa yang sudah disusun di depan rumah warga itu kemudian dibakar. Karena itulah disebut bakar gunung api. Waktu pembakarannya pun serentak yakni selepas shalat Isya.

Begitulah tradisi ini terjadi saban tahun di suku Serawai Bengkulu. Yang membuat suasana Lebaran semakin semarak meski sedikit melawan kampanye pemerintah untuk merawat alam. Yang pasti tradisi leluhur mesti dijalankan.

Sumber:

Merdeka.com


Lebih jauh tentang:

Previous post

Kedudukan Senjata Tradisional Selain Fungsi Perang

Next post

Akordeon, Akulturasi Budaya Eropa dan Pribumi

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.