#KodeNusantaraBlog

Makna Simbol-Simbol pada Kayon Gapuran Yogyakarta

Kayon merupakan wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Biasanya terdapat juga gambar berbagai macam fauna dan flora yang menghiasi kayon. Gambar yang terdapat pada kayon ini menggambarkan keadaan dunia beserta isinya. Dalam pagelaran wayang, umumnya kayon selalu menjadi ikon utama. Setiap memulai dan mengakhiri peristiwa, itulah saat kayon digunakan. Gunungan ini juga dipakai sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Sebelum wayang dimainkan, kayon ditancapkan di tengah-tengah layar yang condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, Gunungan dicabut lalu dijajarkan di sebelah kanan.

Kayon Gapuran Yogyakarta

Terdapat beragam jenis kayon atau gunungan wayang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kayon yang terdapat di tiap daerah memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, salah satunya adalah Kayon Gapuran Yogyakarta. Kayon Gapuran pada pewayangan juga dinamakan dengan gunungan lanang. Ciri utama Kayon Gapuran adalah adanya penggambaran gapura atau pintu gerbang istana pada bagian bawah kayon yang ditunggui oleh dua raksasa yang membawa senjata pedang atau gada dan tameng. Di samping itu bentuk kerucutnya nampak langsing dan ukurannya lebih tinggi jika dibanding dengan kayon dari daerah lain. Terdapat beberapa simbol yang melambangkan makna-makna kehidupan manusia. Berikut ini penjelasan dari simbol-simbol yang ada pada Kayon Gapuran Yogyakarta, antara lain:

  • Gapura

Melambangkan suatu rumah atau negara yang di dalamnya ada kehidupan yang aman, tentram, dan bahagia. Gapura juga menyimbolkan hal yang berkaitan dengan persiapan akhir hidup manusia menuju alam lain setelah kematian (akhirat). Gerbang atau gapura pada kayon sebagai lambang jalan menuju alam baka, yang merupakan batas antara alam duniawi (alam fana) dan alam baka (kekekalan).

  • Pohon

Simbol pohon pada kayon menlambangkan kehidupan manusia di dunia ini, bahwa Tuhan telah memberikan pengayoman dan perlindungan kepada umatnya yang hidup di dunia ini. Beberapa jenis hewan yang ada dalam pohon itu melambangkan sifat, watak, dan tingkah laku masing-masing orang dalam kehidupan ini. Simbol pohon ini juga dikenal dengan julukan pohon hayat. Perwujudan pohon hayat menggambarkan pohon besar dengan daun yang sangat lebat di mana simbol ini bermakna hanya Yang Maha Kuasa tau jumlahnya, sama halnya dengan manusia hanya Tuhanlah yang tahu isi hatinya.

  • Banaspati

Melambangkan bahwa hidup di dunia ini banyak godaan, cobaan, tantangan, dan marabahaya yang setiap saat akan mengancam keselamatan manusia. Banaspati sendiri adalah sosok makhluk gaib yang memiliki wujud mirip bola api. Konon Banaspati akan membakar manusia yang melihatnya sampai mati. Banaspati merupakan makhluk legenda masyarakat Pulau Jawa. Simbol Banaspati bermakna ‘sabegja-begjaning wong, luwih begja sing tansah eling lan waspada’ (seberuntung-beruntungnya orang, lebih beruntung yang tetap ingat pada Tuhan Yang Maha Esa dan waspada pada keadaan jaman).

  • Raksasa

Lambang kawah condrodimuko, adapun bila dihubungkan dengan kehidupan manusia di dunia sebagai lambang atau pesan terhadap kaum yang berbuat dosa akan dimasukkan ke neraka yang penuh dengan siksaan. Simbol ini juga mengisyaratkan sebuah pesan pada umat manusia untuk menjauhi sifat-sifat buruk seperti rakus, jahat, kejam, lalim, sadis, munafik, serakah, sombong, penipu, pembohong, penghasut, dan sifat

  • Binatang

Beberapa jenis binatang yang sering terdapat pada kayon adalah burung yang melambangkan manusia harus membuat dunia dan alam semesta menjadi indah dalam kehidupan spiritual maupun material. Burung dilambangkan sebagai hewan yang indah dan membawa perdamaian (burung merpati). Hewan selanjutnya adalah banteng. Banteng melambangkan manusia harus kuat, lincah, ulet, tangguh, bergairah, dan semangat. Seperti kekuatan banteng yang kuat nan jantan. Lalu ada kera, hewan ini melambangkan manusia harus mampu memilih dan memilah antara baik-buruk, manis-pahit seperti kera yang pintar memilih buah yang baik (matang dan manis), sehingga diharapkan awake dhewe bener tur pener (kita bertindak yang baik dan tepat). Hewan terakhir yang bisanya dapat dijumpai pada Kayon Gapuran Yogyakarta adalah harimau. Harimau melambangkan manusia harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, di mana seorang manusia harus mempunyai pendirian dan jati diri. Berhubungan dengan hal tersebut, manusia digambarkan harus mampu bertindak bijaksana dan mampu mengendalikan nafsu serta hati nurani. Karena bila manusia tidak mampu menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan tidak mampu mengendalikan diri sendiri akan berakibat fatal dan semua akan hancur musnah seperti halnya gunungan wayang yang bila diperlihatkan sisi sebaliknya berwarna merah menyala (angkara murka).

Itulah penjelasan tentang beberapa makna dari simbol-simbol yang terdapat pada Kayon Gapuran Yogyakarta, semoga bermanfaat.


Sumber:

wikipedia.org

ardajogja.wordpress.com

Info Lanjut:

PDBI – Kayon Gapuran Yogya

Previous post

Uniknya Tradisi Pindah Rumah Ala Suku Bugis

Next post

Keindahan Tari Saman yang Memikat Dunia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.