#KodeNusantara#NusaKulinerBlog

Ampo: Camilan Unik dari Tanah Liat khas Pulau Jawa. Tertarik Mencoba?

Pulau Jawa terkenal akan berbagai macam ciri khas. Selain kebudayaan dan adat istiadat yang masih cukup kental, masyarakat di Pulau Jawa sendiri juga memiliki keunikan masing-masing. Salah satu dari keunikan masyarakat di Pulau Jawa adalah mereka suka mengonsumsi tanah liat. Kok tanah liat bisa dimakan? Yap! tanah liat kali ini bisa dimakan bahkan sering dibuat camilan, lho. Apakah kalian pernah mendengar camilan “Ampo”? Jika belum, yuk kita berkenalan dengan camilan ini!


sumber: brilicious.brilio.net

Ampo merupakan camilan berbahan dasar tanah liat khas dari daerah Tuban, Jawa Timur. Bagi sebagian orang, camilan ini mungkin terkesan agak ‘menjijikan’. Jangankan memakan tanah, makanan yang jatuh ke lantai kotor saja sudah pasti dibuang bukan? Eits tetapi jangan salah ya, tanah yang digunakan untuk membuat camilan ini bukan sembarang tanah liat biasa, yakni tanah liat haruslah murni dan bersih dalam artian bebas dari kotoran dan pasir. Cara membuatnya pun tidak bisa dibilang mudah. Selain harus mencari tanah yang masih murni, pembuat camilan ini juga harus memukul tanah terlebih dahulu hingga berbentuk kotak, lalu menyerutnya sampai menyerupai biskuit astor, dan kemudian memanggangnya.

Masyarakat Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur percaya bahwa Ampo mampu menguatkan sistem pencernaan dan mendinginkan perut. Sebuah studi menjelaskan ternyata tanah liat memiliki efek menyamankan perut dan membantu melindungi dari serangan virus dan bakteri, tetapi hal ini tidak berlaku apabila tanah yang digunakan terkontaminasi oleh kotoran hewan. Tanah yang terkontaminasi kotoran hewan bukan tidak mungkin mengandung telur parasit seperti cacing gelang yang dapat hidup bertahun-tahun di tanah dan menimbulkan banyak masalah. Maka dari itu proses pemilihan tanah liat dan pemanggangan harus benar-benar tepat.

Selain di Tuban, camilan tanah liat ini juga terkenal di kota Cirebon, Jawa Barat. Perbedaan hanya ada di bentuk dan ukurannya saja. Apabila di Tuban berbentuk gulungan panjang dan ramping, di Cirebon cenderung berbentuk gulungan pendek dan agak besar. Saat ini para pembuat ampo semakin merosot secara drastis, hal ini dapat menyebabkan camilan ini akan punah nantinya. Nah apakah Sobat tertarik untuk mencoba camilan ini?


Sumber:

wikipedia

ulinulin.com

jawapos

Brilio.net

Info Lanjut:

PDBI – Ampo

PDBI – Jawa Timur

Previous post

Ikan Opudi, Ikan Endemik Sulawesi Selatan

Next post

Ritual Hamis Batar

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.