Berita

Mari Mengenal Budaya Lewat ‘Sandal Budi’

infobudaya.net – Media untuk mengenalkan budaya di Indonesia dan melestarikannya sangat beragam. Salah satu cara yang ditempuh untuk memperkenalkan budaya dan melestarikannya melalui produk yang umum dipakai masyarakat setiap hari, seperti sandal.

Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan sandal budaya yang berbentuk dan bermotif kebudayaan Indonesia, seperti bentuk rumah adat, pakaian adat, tarian adat, dan kesenian yang ada di masyarakat seperti seni batik yang ada di Jawa serta songket yang terdapat di Sumatera dan kesenian lain yang ada di wilayah Nusantara.

Mereka adalah Puspitaningsih, Maryana, dan Muhammad Asri Saputra dari prodi Pendidikan Akuntansi FE, Heni Novita Gesti dari prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) serta Hafidh Akbar Hayyu dari prodi Pendidikan Bahasa Prancis FBS.

Menurut Puspitaningsih, penciptaan sandal budaya Indonesia atau disebut Sandal Budi ini dilandasi kegemaran masyarakat Indonesia menggunakan sandal untuk melakukan aktivitas di luar dan dalam ruangan.

“Sandal budaya juga tidak hanya digunakan untuk masyarakat Indonesia. Namun, juga bisa sebagai suvenir wisatawan asing yang datang ke Indonesia,” katanya, Kamis 23 Juli 2015.

Menurut dia, sandal budaya merupakan produk yang kreatif dan memiliki fungsi yang tidak hanya sebagai alas kaki, namun sebagai media perkenalan kebudayaan Indonesia pada anak-anak, remaja, dan masyarakat luas.

“Cara membuat sandal budaya ini cukup mudah,” ujarnya.

Heni Novita Gesti menjelaskan bahwa bahan yang diperlukan adalah spons eva sablonan desain budaya untuk bagian atas, spons eva untuk bagian bawah, jepit sandal, dan lem.

“Sedangkan alat yang diperlukan adalah cutter, mesin bor tangan, gunting, laptop untuk desain gambar serta sablon sandal,” katanya.

Tahap pertama adalah membuat desain budaya Indonesia yang kemudian dicetak dalam lembaran-lembaran spons. Kemudian, spons tersebut dipotong menggunakan cutter sesuai pola.

Lalu, sandal yang sudah setengah jadi dilubangi menggunakan mesin bor tangan dengan jarak atas 3 jari dan jarak bawah 5 jari.

“Bila tidak ada mesin bor juga bisa menggunakan paku besar untuk melubanginya,” ujar Heni.

sumber : viva.co.id


lebih banyak tentang :

Artikel Sebelumnya

Batik Purba, Indetitas Baru Kota subang

Artikel Selanjutnya

Mega (Tak) Mendung Lagi

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.