#KodeNusantaraBeritaBlog

Lagi! Budaya Tradisi Nusantara Diakui Dunia

Satu lagi budaya tradisi peninggalan nenek moyang yang diakui oleh dunia adalah Pencak Silat. Kamis (12/12) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Pencak Silat sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan Pencak Silat melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Bogota, Kolombia.

Pencak Silat dinilai telah menunjukkan aspek yang mendorong penghormatan dan persaudaraan, serta mendorong kohesi sosial tidak hanya di satu wilayah tetapi juga secara nasional dan internasional. Selain itu, Pencak Silat juga mengajarkan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, sesama manusia, dan Tuhan.

Pada prinsipnya, Pencak Silat tidak sekadar mengutamakan teknik bela diri, tetapi juga makna filosofi dan mengandung berbagai aspek lainnya, seperti aspek dalam kehidupan bermasyarakat, nilai spiritual, seni gerak, bela diri, dan olahraga.

Misalnya sikap siap yang ada di Pencak Silat, posisi tangan dalam kondisi terbuka, jarang posisi tangan mengepal. Posisi tangan dibuka memiliki maksud bahwa Pencak Silat bukan sebuah bela diri untuk berkelahi atau untuk menyakiti orang dengan cara memukul dan menendang. Apabila dipelajari dan dipahami secara mendalam, Pencak Silat pada intinya merupakan cara pendekatan manusia kepada Tuhan.

Pencak Silat juga mengajarkan bagaimana cara bersosialisasi antar sesama manusia guna menciptakan hidup yang damai dan harmonis. Selain itu, Pencak Silat juga mengajarkan tentang ilmu kerohanian sehingga memiliki batin dan jiwa yang tenang.

Sebagai budaya tradisi yang diajarkan turun temurun, pelestarian Pencak Silat telah banyak dilakukan mulai dari ditampilkannya dalam berbagai acara bahkan sampai diangkat menjadi sebuah film. Film Indonesia yang telah mengangkat pencak silat antara lain Merantau (2009), The Raid (2012) dan The Raid 2: Berandal (2014), Pendekar Tongkat Emas (2014) serta Wiro Sableng (2018).

Film-film di atas kemudian melahirkan aktor dan pesilat yang akhirnya berkiprah di kancah internasional. Sebut saja Iko Uwais, Joe Taslim, Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhiyan. Mereka adalah aktor yang memiliki latar belakang sebagai pesilat dari berbagai macam aliran pencak silat yang ada di Indonesia.

Banyak aliran Pencak Silat yang tumbuh dan berkembang di Indonesia baik skala internasional, nasional, maupun lokal. Misalnya saja Persaudaraan Setia Hati Terate, Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, Merpati Putih, Perisai Diri, dan masih banyak lagi.

Jadi, bagaimana para kaum milenial saat ini tertarik mempelajari Pencak Silat? Atau masih berkutat sama e-sports?


Data Terkait:

PDBI – Pencak Silat

Previous post

10 FAKTA MENGENAI PAHLAWAN DI BALIK DEKLARASI DJUANDA

Next post

Noken Tetaplah Noken, Bukan Tas atau Kantong

1 Comment

  1. 22 Desember 2019 at 10:48 am — Balas

    Sampai kapan terus-terusan kebudayaan kita diakuisisi negara lain, dan seolah menajdi hal biasa

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.