Berita

“Ritual Tonaas”, Pemersatu 9 Etnis Minahasa

infobudaya.net – Tahun ini, etnis Bantik dipercayakan memimpin upacara adat di Watu Pinawetengan, Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso, Selasa (7/7). Dimulai dari menari, bernyanyi hingga berdoa dilakukan dengan adat serta bahasa Bantik.Sembilan etnis di Minahasa menyatu dalam upacara adat meliputi Tonsea, Tombulu, Tontemboan, Tondano, Tonsawang, Ratahan-Pasan, Ponosakan, Babontehu dan Bantik disatukan dalam ritual adat Tonaas Minahasa yang diprakarsai Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (ISBSU) Tompaso.

sembilan perwakilan dari masing-masing suku tampak khusyuk dan khidmat memanjatkan doa ke leluhur Tanah Minahasa dalam upacara adat ini. setelah Kegiatan upacara adat ini langsung dilanjutkan dengan pagelaran Festival Budaya yang bertempat di ISBSU Tompaso. Disini, sembilan etnis Minahasa mulai dari nyanyian, tarian hingga permainan alat musik khas etnis masing-masing mereka saling adu atraksi kebudayaan mereka.

Pelestarian kebudayaan Minahasa menjadi tujuan utama pagelaran ini. pemrakarsa festival seni dan budaya Minahasa sekaligus Ketua Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (ISBSU) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto berpendapat bahwa”Kegiatan ini memiliki tujuan untuk melestarikan budaya Minahsa baik dari seni tari, musik, kerajinan, bahasa, bahkan budaya,”. “Kita melangsungkan kegiatan ini sejak tahun 2007. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena ini merupakan pagelaran kesenian yang mengangkat budaya Minahasa,” Lanjut mantan Kepala BNN ini.

Ia pun berharap budaya Minahasa ini agar terus terpelihara. ia juga akan meluncurkan kamus bahasa daerah dan media pe,belajaran secara online. Ia pun berterima kasih kepada Tonaas Bantik yang sudah memimpin jalannya upacara adat hingga berlangsung dengan baik. menurutnya upacara adat tahun ini yang dipimpin oleh etnis bantik berlangsung dengan baik dari bahasa hingga adat-adat dan doa pun dilakukan dengan cara mereka.

Dalam festival budaya ini, dipertunjukkan pula berbagai kesenian Minahasa termasuk tarian Kabasaran, Masamper, Kolintang, Musik Bambu dan berbagai macam pertunjukan lainnya. Hadir pula dalam acara ini Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Bhinarko, Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, Dandim 1302/Minahasa Letkol CZI Mohammad Andhy Kusuma, serta sejumlah pejabat pemerintahan dari Minahasa Raya, serta tokoh budaya Sulut.

 

Sumber

manadopostonline.com


Lebih jauh tentang

 

Previous post

Enggan Sekolah Demi Tradisi

Next post

Kenalkan Karya Tradisional Lewat Sepatu

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.