BeritaEvent

Dibalik Sedapnya Ketupat

infobudaya.net – Rasanya Lebaran kurang pas tanpa ketupat. Ketupat selalu dijadikan kudapan khas untuk Hari Raya umat Islam terutama saat Idul Fitri. Tapi dibalik rasa sedapnya itu, tahukah Anda sejak kapan ketupat dijadikan tradisi sebagai sajian kuliner ketika Lebaran?

Tradisi itu dimulai sejak zaman kerajaan Pajajaran dan Majapahit. Dalam masa itu telah muncul ritual penyembahan terhadap Dewi Sri. Tradisi pemujaan tersebut diwujudkan dalam bentuk ketupat yang bermakna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Sejak itu ketupat berkembang menjadi bagian dalam perayaan serta tradisi di sejumlah daerah terutama Jawa.

Adalah Raden Fatah penguasa Demak yang sejak abad ke- 15 menjadikan ketupat sebagai simbol perayaan keagaaman Islam. Tradisi berketupat semakin membumi tatkala Sunan Kalijaga memasukkan ketupat dalam perayaan Idul Fitri, yang dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal atau sepekan setelah Idul Fitri dan enam hari berpuasa Syawal. Hingga kini, kebiasaan itu telah menjadi budaya ketika Lebaran tiba.

Rupa ketupat yang berbentuk persegi diartikan dalam aksara Jawa dengan kiblat papat limo pancer: ke arah manapun manusia akan pergi ia tak boleh melupakan pancer (arah) atau arah kiblat (shalat). Sedangkan, rumitnya pola anyaman daun ketupat yang terbuat dari janur menggambarkan ajaran bagi tiap individu supaya melekatkan tali silahturahmi tanpa melihat perbedaan strata sosial.

Di sisi lain, bahan baku ketupat seperti beras menyimbolkan nafsu dunia. Oleh karenanya, ketupat melambangkan nafsu dunia yang dibungkus dengan hati nurani dan tetap mengingat kiblat ibadahnya.

Sumber:
Majalah Historia


Lebih jauh tentang:

Previous post

Calon Kabupaten Maestro Budaya

Next post

Petisi Online Untuk Tempe

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.