Berita

Kain tenun Lombok untuk menopang ekonomi keluarga

Budaya tak hanya menjadi sumber nilai dan moral masyarakat adat, namun juga dapat menjadi sumber penghasilan untuk menopang ekonomi keluarga. Ernawati, seorang pengrajin kain tenun Lombok, mengatakan bahwa menenun kain merupakan salah satu aktivitas selain bertani yang dapat memberikan penghasilan. Satu kain tenun dengna panjang 2 meter dan lebar 75 centimeter membutuh wktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikannya.

Kegiatan menenun adalah bagian dari tradisi budaya masyarakat adat suku Sasak, Lombok. Seorang perempuan disyaratkan untuk bisa menenun jika akan menikah. Seorang perempuan harus membuat tiga sarung Satu untuk diri sendiri, untuk suami dan mertua perempuan. Selain tradisi, menenun kain dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Setiap penenun akan menjual kain hasil tenunan melalui koperasi yang beranggotakan 200 orang.

Sumber Berita

bbc.co.uk


Lebih lanjut tentang:

 

Previous post

Festival Lembah Baliem Digelar 6-8 Agustus

Next post

Koleksi Ribuan Batik Di Museum Batik Pekalongan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.