#KodeNusantaraBlog

Noken Tetaplah Noken, Bukan Tas atau Kantong

Noken secara kegunaan memang sama dengan tas atau kantong yang diproduksi oleh pabrik. Namun, bagi orang Papua, Noken merupakan sebuah hasil daya cipta, rasa, dan karya yang berbudaya serta bermartabat. Noken menjadi cerminan orang Papua dalam mengekspresikan diri yang termanifestasi dalam setiap rajutan dan anyamannya.

Rajutan dan anyaman yang dibuat pada sebuah Noken menggambarkan alam pikir, alam sikap, dan alam tindak manusia yang secara umum dapat disimpulkan sebuah gambaran mengenai keterikatan sosial budaya dalam suku bangsa orang Papua.

Noken sebagai warisan budaya tak benda hidup menyatu dengan kehidupan orang Papua. Mereka selalu membawa Noken ke manapun pergi. Misal dalam kehidupan sehari-hari, Noken dipakai untuk pergi berkebun, melaut, atau apapun kegiatan yang mereka lakukan. Orang Papua telah memfungsikan Noken untuk mengisi maupun menyimpan barang pribadi ke manapun mereka pergi. Jadi, dapat dikatakan tidak ada wadah lain selain Noken.

Mengenal Noken sama halnya mengakui kemahiran atas hasil kerajinan tangan para pengrajin yang menggunakan bahan asli alam Papua. Noken dibuat berdasar kemahiran bahasa suku bangsa, juga dibuat dengan menghayati kenyataan hidup. Hal tersebut dituangkan pada sebutan nama Noken baik dalam hal bahasa daerah maupun pemaknaannya.

Setiap suku bangsa di Papua mempunyai sebutan nama Noken masing-masing. Sebutan nama dan ucapan lisan penggunaan Noken menurut bahasa daerah dari masing-masing suku bangsa. Meskipun bahasa ucapan lisan antar suku bangsa berbeda, justru itulah yang menjadi nilai kearifan dan pengetahuan lokalnya. Sehingga muncul keterikatan sosial budaya antara pengrajin, pengguna, dan pemilik Noken.

Apabila terjadi kesalahpahaman mengenai Noken maka dapat dibenahi dengan merunut keunikan, manfaat, dan fungsi Noken. Kelebihan yang dimiliki suku bangsa di tanah Papua yang dapat menciptakan nama berbeda-beda untuk Noken yang menghasilkan keberagaman rajutan dan anyaman, bentuk dan model, serta manfaatnya.

Keanekaragaman Noken terbentuk dari komunitas Noken yang tumbuh di dalam suku bangsa di Papua. Hal tersebut membuat jenis Noken yang berasal dari daerah Sentani tentu akan berbeda dengan Noken dari daerah Wamena, Biak, Arfak, dan daerah lainnya.

Misalnya perbedaan dalam hal fungsi, Noken dari daerah Wamena dan Sorong sama-sama memiliki ukuran besar. Namun secara fungsi, Noken dari Wamena digunakan untuk mengisi dan menyimpan segala barang dan muatannya, sedangkan Noken dari Sorong digunakan untuk mengangkut kayu bakar atau hasil kebun lainnya.


Data Terkait:

PDBI – Noken

Previous post

Lagi! Budaya Tradisi Nusantara Diakui Dunia

Next post

Bahan-Bahan Makanan Tradisional Pengganti Beras

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.