Berita

MAIN EGRANG SAMBIL MENARI? KENAPA TIDAK!

Masihkah kamu memainkan permainan tradisional yang dilakukan dengan cara berjalan di atas dua bilah bambu? Pasti bagi kamu yang tinggal di kota besar sudah tidak memainkannya lagi bukan? Atau bahkan tidak mengetahui permainan apa yang dimaksud?

Permainan tersebut adalah Egrang. Permainan tradisional ini telah tersebar ke berbagai nusantara sehingga memiliki nama-nama sebutan yang beragam. Misalnya, di Kalimantan menyebut permainan ini dengan Batungkau. Masyarakat Jawa Tengah menyebutnya dengan Jangkungan. Adapun orang Bengkulu menyebutnya dengan Ingkau dan orang Minang (Sumatera Barat) menyebut Egrang dengan Tengkak-Tengkak. Namun, nama Egrang lebih familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Pertunjukan Tari Egrang Garuda oleh Tanoker Ledokombo Jember di Festival Panen Raya 2019 (8/12/2019)

Saat kaki pemain telah berdiri pada pijakan bambu kemudian pemain mencondongkan badan ke depan lalu berjalan dengan pasti tanpa ragu-ragu. Pemain harus berupaya keras untuk menjaga keseimbangan badan saat melangkah menggunakan bambu. Oleh karena itu bermain egrang membutuhkan keuletan, kerja keras, dan keseimbangan yang tinggi.

Bermain Egrang saja membutuhkan usaha dan upaya yang keras, bagaimana memainkan Egrang dikemas dalam bentuk tarian ya? Di benak pikiran kalian pasti akan membayangkan bagaimana susahnya menari dengan menggunakan Egrang?

Gambaran tersebut dapat kalian temukan pada komunitas Tanoker. Sebuah komunitas belajar masyarakat yang terletak di daerah Jember, tepatnya di Desa Ledokombo. Kegiatan komunitas tersebut bertitik fokus pada pengembangan potensi anak-anak melalui proses pengorganisasian dengan pendekatan budaya dan salah satunya melalui tarian Egrang.

Tari Egrang dapat dimainkan lebih dari 5 orang. Penari Egrang diiringi oleh alat musik tradisional atau juga menggunakan rekaman audio melalui pengeras suara. Gerakan yang dilakukan juga bervariasi, mulai dari bergerak maju mundur, samping kanan dan kiri, sampai berputar.

Gerakan yang paling menakjubkan adalah penari Egrang mengangkat satu bambu di pundak lalu mereka berputar disertai lompatan-lompatan kecil. Gerakan tersebut membuat semakin kagum atas penampilan yang disuguhkan. Penari Egrang menunjukkan tontonan atraktif yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Kekompakkan dalam tim juga turut diasah dalam menari sehingga menghasilkan gerakan yang seragam dan serempak. Maka lengkap sudahlah keindahan yang disuguhkan oleh para penari tarian Egrang.


Data Terkait:

PDBI – Egrang

Previous post

Kebudayaan Jawa ini Masih Menjadi Warisan Turun-Menurun

Next post

Mengenal Tradisi "Berbagi" di Bali

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.