#KodeNusantaraBlog

Ritual Ruwatan: Prosesi Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng

INFOBUDAYA.NET Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kawasan vulkanik aktif yang berbatasan dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Kawasan dataran tinggi ini memiliki sebuah tradisi unik bernama Tradisi Ruwatan rambut gimbal. Inilah salah satu acara budaya terpenting bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Acara ini biasanya rutin dilakukan tiap tahunnya. Pemotongan rambut gimbal dapat dilakukan kapan pun mengingat acara ini tidak terkait dengan perhitungan atau penanggalan tertentu. Ritual Ruwatan biasanya akan dilakukan saat si anak telah berkeinginan untuk memotong rambut gimbal mereka. Biasanya, acara pemotongan rambut gimbal dilakukan pada Bulan Juni, Juli, sampai Agustus  bertepatan dengan  masa libur sekolah. Anak-anak berambut gimbal di Dieng ini, diyakini sebagai anak-anak titipan dari Kyai Kolo Dete. Beliau merupakan seorang guru besar agama Islam yang menyebarkan ajaran Islam ke Tanah Dieng.

Prosesi Ritual Ruwatan – Pemotongan Rambut Gimbal

Ritual Ruwatan rambut gimbal anak-anak ini bertempat di Kompleks Candi Arjuna. Mereka akan dikumpulkan untuk mengikuti acara ruwatan dengan memotong rambut gimbal yang selama ini menempel di kepala mereka. Di acara ini, selain ritual memotong rambut anak gimbal, yang dipercayai juga oleh masyarakat Dieng dapat mendatangkan berkah yang melimpah. Warga akan beramai-ramai memanjatkan doa dan mengharap kesejahteraan kepada Yang Maha Esa. Dahulu, Ritual Ruwatan rambut gimbal ini merupakan ritual sederhana yang hanya dilakukan sendiri di rumah masing-masing tanpa harus melakukan rangkaian ritual upacara ke Candi Arjuna. Orangtua hanya perlu mengadakan sebuah acara pengajian setelah memenuhi permintaan dari sang anak, dan menyediakan beberapa sesaji  terutama tumpeng setelah ritual pemotongan selesai. Namun Ritual Ruwatan ini berubah menjadi sebuah ritual adat tahunan yang menarik untuk wisatawan dan dibuka untuk umum saat tahun 2000-an.

Para Tetua Adat Melakukan Doa Bersama

Rangkaian dimulai beberapa hari sebelum dilakukannya ritual ruwatan. Para tetua adat akan melakukan ziarah ke tempat-tempat yang dianggap suci dan mengambil air dari tujuh sumber mata air yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Tempat-tempat yang diziarahi berjumlah 21, termasuk tujuh sumber mata air. Prosesi ini dapat dilakukan dalam satu hari atau beberapa hari. Ziarah ini bertujuan meminta izin kepada para leluhur dan penguasa alam agar acara yang akan dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, sekaligus berdoa agar acara ruwatan dapat membawa keberkahan bagi si anak, keluarga, maupun seluruh masyarakat Dataran Tinggi Dieng.

Pada hari pelaksanaan, rangkaian ritual akan dimulai pada pagi hari. Anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat akan dikumpulkan di rumah tetua adat. Setelah itu, para anak-anak berambut gimbal ini akan digiring dengan berjalan kaki mengelilingi kampung untuk menuju kompleks candi Arjuna.

Iring-Iringan Ritual

Selain anak-anak rambut gimbal, di sini juga berkumpul wanita pengiring yang membawa berbagai makanan persembahan atau biasa disebut dengan nama domas. Kelompok-kelompok kesenian, serta para tetua adat yang akan memimpin ritual. Tempat pertama yang didatangi oleh rombongan sebelum ke kompleks Candi Arjuna adalah Sedang Sedayu. Di sumber mata air ini, anak-anak berambut gimbal akan melalui ritual pensucian atau dikenal dengan nama penjamasan. Setelah itu, ke Dharmasala untuk merapikan pakaian mereka. Acara lalu dilanjutkan ke salah satu candi yang ada di Kompleks Candi Arjuna. Di candi ini, dilakukan pemotongan rambut gimbal.

Prosesi melarung rambut sehabis dipotong

Rambut gimbal yang telah dipotong selanjutnya akan dilarung di sumber air yang ada di Dieng. Tempat yang biasanya dijadikan tempat pelarungan adalah Telaga Warna, Telaga Balai kambang, atau Sungai Serayu. Setelah melalui prosesi ini, rambut gimbal pada anak tersebut tidak akan tumbuh kembali.

Dengan adanya acara ritual tahunan ini, selain meningkatkan minat para wisatawan untuk berkunjung ke Dieng juga sebagai sarana edukasi tentang nilai-nilai adat yang tercermin dari kebudayaan masyarakat Dieng tentang menghargai alam dan leluhur. Ritual Ruwatan juga sering dikaitkan sebagai ritual proses kedewasaan dari anak-anak. Bagaimana menurutmu?


Sumber:

Indonesia Kaya – Mengharap Berkah dalam Ruwatan Anak Gimbal

Detik.com – Melihat Lebih Dekat Ritual Ruwatan Potong Rambutt Gimbal di Dieng

Info Lanjut:

PDBI – Ruwatan

PDBI – Ritual Ruwat

Previous post

Daun Binahong yang Penuh Khasiat

Next post

Tari Topeng: Penggambaran Dua Sisi Manusia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.