#KodeNusantaraBlog

Memaknai Tari Payung Sumatera Barat

Tari Payung (sumber: Pelangi Holiday)

Sebagai salah satu tarian daerah, Tari Payung mengajarkan nilai-nilai penting dalam suatu hubungan antara pria dan wanita. Tari Payung menceritakan kisah cinta antara sepasang suami istri, dengan payung dan selendang sebagai properti. Tari Payung menggambarkan perlindungan dari sang suami dan ikatan cinta dari sang istri. Selain itu, Tari Payung juga dapat dijadikan sebagai contoh agar muda-mudi bangsa ini dapat menahan nafsu, serta godaan dan segera menikah jika sudah mampu. Tarian ini biasanya ditampilkan saat pesta pernikahan, pameran, dan festival budaya.

Gerakan gerakan yang terdapat dalam Tari Payung sudah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Terkadang variasi tarian tersebut disalah-artikan, seperti ketika penari pria berganti pasangan, bukan berarti sang pria membagi hatinya dengan wanita lain. Sebenarnya penari hanya menggambarkan satu pasangan, seperti yang dapat dilihat dari kostum dan properti yang sama antar penari.

Bukan hanya tariannya saja yang mempunyai daya tarik. Alat musik khas melayu yang digunakan seperti, rebana, gendang, akordeon, dan gamelan khas Melayu membuat orang yang menonton semakin bersemangat. Kostum adat yang digunakan untuk tari payung adalah Luhak Nan Tigo yang terdiri dari tengkuluk, baju kurung, kain sarung, dan selendang.

Adapun lirik lagu yang menarik untuk di dengar, sebagai berikut:

Babendi-bendi Babendi..bendi Ka sungai tanang Aduhai sayang (2x)

Singgahlah mamatiak..singgahlah mamatiak Bunga lembayung (2x)

Hati siapo..indak ka sanang aduhai sayang.. (2x)

Mailek rang mudo..mailek rang mudo manari payung.. (2x)

Hati siapo..hati siapo..indak ka sanang aduhai sayang.. (2x)

Mailek si nona..mailek si nona manari payung.. (2x)

Berbendi-bendi Berbendi-bendi Ke sungai tenang..aduhai sayang (2x)

Singgahlah memetik..singgahlah memetik bunga lembayung Hati siapa..hati siapa tidaklah senang aduhai sayang (2x)

Melihat orang muda..melihat orang muda menari payung.. Hati siapa tidaklah senang aduhai sayang (2x)

Melihat si nona..melihat si nona..menari payung (2x)


 

Sumber:

PDBI – Tari Payung

Previous post

Kisah Cinta yang Terhalang Adat dalam Tari Bopureh

Next post

Makna Luhur di Balik Prosesi “Nyawer”

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.