#KodeNusantaraBlog

Kisah Cinta yang Terhalang Adat dalam Tari Bopureh

Bagaimana jika cinta tak bisa dipaksakan? Hati akan terasa sakit, apalagi jika cinta itu dihalangi oleh aturan adat yang kuat yang tak boleh dilanggar. Kisah cinta seperti ini memang sering terjadi di beberapa suku di Indonesia. Kisah cinta yang terhalang oleh adat merupakan kisah klasik yang banyak terjadi di masyarakat Suku Dayak, Kalimantan. Hal ini lazim terjadi mengingat Suku Dayak memiliki subetnis yang banyak dengan kebudayaan yang berbeda-beda.

Untuk menggambarkannya, orang Dayak menceritakannya dalam Tari Bopureh. Tari Bopureh merupakan tari kreasi yang menceritakan kisah cinta pemuda Suku Dayak Jangkang dengan seorang gadis cantik Kanayan yang terhalang oleh adat. Dalam bahasa Jangkang, “bopureh” mengandung arti silsilah. Tari kreasi ini coba menggambarkan silsilah adat memisahkan tali kasih yang sudah terikat erat antara dua sejoli.

Gerak Tari Bopureh didominasi oleh liukan tangan sambil sesekali mengubah formasi. Di bagian tengah pementasan, delapan penari yang semuanya perempuan akan membentuk formasi melingkar dengan pria penari sebagai pusat. Kain warna-warni yang dibentangkan merupakan simbolisasi dari beragamnya Suku Dayak.


Sumber:

  • Ibo, A. (n.d.). Indonesia Kaya Kesenian. Retrieved from Indonesia Kaya: https://www.indonesiakaya.com/kanal/foto-detail/kisah-kasih-tak-sampai-dalam-tari-bopureh
  • Oase. (2015, Juni 13). PDBI Tarian. Retrieved from PDBI: https://budaya-indonesia.org/Tari-Bopureh/
Previous post

To Manurung Bainea

Next post

Memaknai Tari Payung Sumatera Barat

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.