#KodeNusantaraBlog

Berbalas Pantun ala Orang Minang

Mungkin kita mengenal suku Minang karena berbagai macam kulinernya yang sangat enak. Mungkin juga kalian mengenal orang Minang dengan Tari Piringnya yang indah ketika sedang dipentaskan. Namun, apakah kalian tahu kalau Minang memiliki tradisi dalam berbalas pantun? Ya, berbalas pantun tidak hanya ada pada tradisi suku Betawi. Di tanah Minang tradisi ini dinamakan Batombe.

Tradisi ini berasal dari Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di Kecamatan Sangir Batang Hari. Urang awak di sana memiliki tradisi berbalas pantun yang telah turun-temurun dilakukan sejak zaman dahulu. Tradisi ini dikenal dengan nama Batombe. Batombe adalah pertunjukan balas-membalas pantun antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.

Dalam sejarahnya, tradisi ini berkembang. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tradisi ini muncul pada saat gotong royong membangun rumah gadang atau masjid. Pada masa lalu gotong royong memang kerap dilakukan baik dalam pembangunan kampung atau nagari, pembangunan rumah gadang, serta pembangunan masjid. Konon, di saat warga sedang mengambil kayu ke hutan untuk keperluan tiang, ada satu ketika kayu yang sudah ditebang tidak bisa diangkat bahkan sama sekali tidak bisa digeser. Berbagai usaha telah mereka lakukan, kayu tersebut tetap tidak bisa diangkat.

Dalam kondisi putus asa, tiba-tiba para perempuan yang memang bertugas untuk menyiapkan bekal mencari cara untuk memberi semangat kepada kaum pria yang sedang susah payah mencari cara untuk memindahkan kayu. Lalu secara spontan mereka mulai berpantun yang kemudian dibalas oleh para pekerja pria. Dalam sahut-sahutan pantun tersebut, kemudian tanpa disadari kayu yang tadi tidak bisa digeser kemudian sedikit demi sedikit bergeser dan bisa dipindahkan ke lokasi pembangunan rumah.

Bagaimana menurutmu? Seru ya!


Sumber:

  • Indramana. (2017, Oktober 28). PDBI Ritual. Retrieved from PDBI: https://budaya-indonesia.org/batombe/
  • Marbun, F. (2017, July 28). Kemendikbud Info Budaya. Retrieved from Kemendikbud Website: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsumbar/batombe-tradisi-berbalas-pantun-di-minangkabau/
Previous post

Ma'Nene, Ritual Tradisi Menggantikan Pakaian Mayat

Next post

Kesaktian Do’a Ibu dalam Cerita Rakyat Indonesia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.