#KodeNusantara#NusaKuliner

Ibu Suki Pelestari Kue Bajingan Khas Pacitan

Indonesia dikenal memiliki berbagai macam makanan khas yang unik, salah satunya adalah kue bajingan. Kue Bajingan ialah kue berbahan dasar singkong dan nira kelapa. Ternyata kue bajingan ini masih eksis loh di Pacitan.

Ibu suki, warga desa Gawang, kecamatan Kebonagung, Pacitan. Ia merupakan salah seorang yang masih bertahan dengan usaha kecilnya membuat kue putri gunung alias kue bajingan khas Pacitan. Sejak tahun 1990 hingga saat ini, ia masih konsisten dalam melestarikan kuliner kue tradisional yang satu ini.

Proses pembuatan kue putri gunung tidaklah mudah karna memerlukan proses yang cukup lama. Sebelum proses menjadi Kue Putri Gunung, pembuat harus mempersiapkan jauh-jauh hari air nira, yaitu air yang diambil dari getah tandan bunga  kelapa. Untuk sehari saja butuh dua kali pengambilan getah kelapa. Proses pengambilan air nira biasa disebut “nderes” oleh warga sekitar desa Gawang, kecamatan Kebonagung, Pacitan. Air nira yang akan digunakan untuk merebus dibersihkan terlebih dahulu. Singkong pilihan yang telah disiapkan dibersihkan kulitnya dan dicuci terlebih dahulu, lalu air nira dan singkong pun direbus selama 8 jam. Setelah 8 jam, ketela pohon yang telah direbus tadi diangkat untuk didinginkan. Setelah dingin, Putri Gunung basah pun siap dihidangkan.

Berdasarkan pemaparan Ibu Suki, Kue Putri Gunung hasil karya kelompoknya ini dapat disajikan dengan berbagai penyajian, bisa secara langsung dengan tampilan ketela yang berlumur gula merah atau dengan cara digoreng tepung, untuk menciptakan sensasi rasa yang berbeda.

Ibu Suki dan Ibu-ibu Pos daya “Santun” sedang mengemas Kue Bajingan

Dengan keterampilan yang ibu suki miliki, kini bersama kelompok Posdaya “Santun” Ibu Suki membuat kue bajingan di rumahnya. Selain memproduksi kue Bajingan, kelompok ibu-ibu ini juga membuat gula jawa organik sebagai penambah kelezatan kue, dan juga kecap manis organik tanpa pengawet kimia yang diproses secara manual dengan kualitas yang dan mutu yang baik. Ternyata selain melestarikan kue tradisional ibu suki mampu menggerakan roda perekonomian di daerahnya.

Sumber:

merahputih.com

http://bit.ly/pdbikuebajingan

Previous post

Kerupuk Melarat, Camilan Unik Buatan Ibu-Ibu dari Kota Udang

Next post

Marbinda, Tradisi Natal di Tanah Toba

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.