#KodeNusantara#NusaKulinerBlog

Cara Unik “Ngopi” di Banyuwangi

Kopi merupakan minuman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Walaupun rasanya pahit, para penikmat kopi dapat menemukan kenikmatan tersendiri ketika meminum minuman yang biasanya berwarna hitam ini. Biasanya kopi dinikmati ketika pagi hari atau ketika sedang hujan, karena sangat nikmat jika dinikmati ketika masih hangat. Hal tersebut telah menjadi tradisi di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Namun, ada tradisi unik untuk menikmati kopi di desa Banjar, Banyuwangi.

Tradisi ini dinamakan dengan Kopi Uthek. Keunikan tidak terletak pada jenis biji kopinya, namun cara menikmati kopi tersebut. Dinamakan Kopi Uthek karena cara menikmati kopi tersebut berbeda dari biasanya. Secangkir kopi pahit, dinikmati dengan gigitan gula aren yang terpisah. Saat gula aren digigit akan berbunyi “thek”, itu yang menjadi dasar penamaan Kopi uthek. Konon, dengan penyajian seperti itu, selain membawa sensari rasa juga dapat menjadi penawar efek samping usai meminum kopi.

Penyajian khas kopi seperti ini telah menjadi warisan warga desa setempat secara turun temurun. Bahkan, ini juga telah menjadi budaya warga Desa Banjar yang tak terpisahkan setiap kali akan melakukan aktivitas pagi.

 

sumber:

PDBI – Kopi Uthek

Berita Jatim

Previous post

Rintai Pengawa Bumai Betaun, Kebijaksanaan Masyarakat Sei Utik Dalam Mengelola Lahan

Next post

Hari Ibu, Jejak Perjuangan Perempuan di Indonesia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.