Berita

Watak Perempuan Bugis Makassar dalam Tarian Pakarena

Kartini merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan emansipasi perempuan. Berbicara mengenai perempuan, penggambaran watak dan sifat perempuan untuk berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda. Salah satunya perempuan Bugis Makassar yang watak dan sifatnya tercermin dalam tari pakarena.

Tari pakarena merupakan salah satu tari tradisional nusantara yang lahir dan berkembang dalam kultur dan tradisi di daerah Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bulukumba. Gerakan tari pakarena tercipta dari gerakan-gerakan puteri kayangan yang turun ke bumi. Penduduk asli Gowa percaya dahulu ada sekelompok puteri kayangan yang turun ke bumi dengan misi mengajarkan perempuan bumi pelajaran kewanitaan, seperti berhias dan menenun.

Pada abad 20, tari ini keluar dari tradisi istana dan menjadi pertunjukan populer dan umum. Biasanya dipentaskan di sejumlah acara, seperti pernikahan, ritual pengobatan, dan sunatan.

Tari pakarena diiringi hentakan gendang dan lengkingan suara pui-pui. Meski diiringi oleh musik dengan ritme yang menghentak dan bersemangat, gerakan tari pakarena tetap gemulai dan anggun. Hal itu menjadi kekhasan sekaligus sisi menarik dari tari pakarena. Tari pakarena menggambarkan perempuan yang lembut, mewakili sifat perempuan asli Bugis Makassar yang sopan, setia, dan selalu menghormati pria dengan tetap mampu untuk mandiri.

Ibarat tari pakarena yang musiknya semangat tetapi gemulai dan anggun digerakkan, begitulah perempuan Bugis Makassar, keras dan tegas di luar namun lembut, sopan, dan setia di dalam.

 

Sumber : indonesiakaya


Info lebih lanjut :

Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

Previous post

Empat Perempuan Tangguh Selain Kartini

Next post

Rohana Kudus, Sosok lain dari "Ia yang Disayangi Setiap Generasi"

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.